Terkait Sidang Narkoba, Seorang Anggota BNN RI Berikan Kesaksian Di PN Dumai

DUMAI, Suara Riau.Com – Selasa ( 9/2 ) kemarin, seorang anggota Polisi yang membidangi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI,Tugio.Terpaksa dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, Andriansyah, SH di PN (Pengadilan Negeri ) Dumai.

Tugio dihadirkan dipersidangan PN Dumai,guna memberikan keterangan/kesaksian seputar duduk perkara saat penangkapan tersangka penyeludup Sabu seberat 2,5 kg, yang terjadi pada tanggal 12 Agustus 2015 tahun lalu.

Tugio, hadir di persidangan sekitar pukul 13 45 Wib. Dalam perkara ini, Tugio, memberikan kesaksian atas terdakwa Ali Muttaqim, pembawa sabu 2,5 kg dari Negara Malaysia,yang dimasukkan dalam tas besar warna hitam dan juga saksi atas nama terdakwa Faisal Nur, supir mobil Rental dari Medan.

Sidang gelar perkara mendengar kesaksian dari Tugio,dalam perkara antara terdakwa Ali Muttaqim dan Faisal Nur,digelar secara terpisah dan dengan Majelis Hakim yang berbeda.

Perkara dengan terdakwa Ali Muttaqim missalnya.Persidangan ini terlihat dipimpin Ketua PN Dumai,Krosbin Lumban Gaol SH MH.Sebagai Ketua Majelis dia didampingi dua hakim aggota, Firman K. Tjindarbumi SH dan Renaldo Meiji H. Lumbantobing SH MH.

Sementara pada sidang perkara atas nama terdakwa Faisal Nur,Tugio menjelaskan,bahwa pada tanggal 11 Augustus 2015 Ali Muttaqim dijemput oleh Ismail dan Faizal memakai Speed boat dari pelabuhan Sungai Dumai, ke pelabuhan Pidi Malaysia, dan kembali membawa Ali Muttaqim ke Dumai melalui pelabuhan Sungai Mesjid Purnama.

Setelah di pelabuhan Sungai Mesjid, mereka,kata Tugio dijemput oleh Abu Kari.Dan tanpa sepengaetahuan para pihak terdakwa,menurut Tugio,pihaknya dari BNN pusat telah memantau gerak gerik para terdakwa.

Sementara dalam kesaksiannya pada sidang atas nama terdakwa Ali Muttaqim.Tugio menjelaskan, bahwa perjalanan Ali Muttaqim, saat dijemput oleh Ismail dan Faizal memakai Speed boat dari pelabuhan Sungai Dumai, tertanggal 11 Agustus 2015, hingga ke pelabuhan Pidi Malaysia, dan kembali membawa Ali Muttaqim ke Dumai lewat pelabuhan Sungai Mesjid Purnama, sampai dijemput Abu Kari di pelabuhan Sungai Mesjid, telah mereka ( tim BNN ) pantau

Seusai melakukan pemeriksaan atas kesaksian Tugio.Sidang kemudian dilanjutkan untuk pemeriksaan keterangan atas nama para terdakwa.Sementara dalam sidang sebelumnya, keterangan terdakwa lainnya, yang dijadikan sebagai saksi silang untuk terdakwa Ali Muttaqim, sudah menjelaskan perjalanan semenjak Ali Muttaqim di jemput dari pelabuhan Pidi Malaysia.

Setibanya di rumah Abu Kari. Ali Muttaqim dan Abu Kari, kabarnya sempat menggunakan sabu.Penggunaan sabu itu,sesuai yang terungkap dipersidangan,dilakukan para terdakwa sebelum Ali Muttaqim diantar Abu Kari ke jalan Kelakap Tujuh (samping SPBU-red). Hal tersebut diakui Ali Muttaqim dipersidangan

Adanya BB ( Barang Bukti ) sabu 2,5 kg di dalam tas yang dibawa Ali Muttaqim dari Malaysia, menurut Abu Kari, tidak sepengetahuan dia.Oleh karena itu Abu Kari pun meminta tambahan ongkos, dengan alasan,barang yang dibawa Ali Muttaqim, adalah barang berbahaya, jelas Abu Kari sebelumnya.

Berbeda dengan keterangan Ali Muttaqim, saat dirinya diperiksa hakim majelis, Selasa (9/2). Menurut Ali, saat tas bawaanya diperiksa Abu, Ali Muttaqim mengakui tidak mengetahui apa isi bungkusan dimaksud. Dia (Ali Muttaqim-red) mengaku tau isi bungkusan adalah sabu setelah di kantor Polisi.

Namun,saat hakim mencoba mengulang-ulangi pertanyaan kepada Ali Muttaqim, keterangan Ali Muttaqim tampak mulai berbelit dan terjebak.Sementara pada sidang terpisah oleh hakim majelis berbeda, ketika Ali Muttaqim dijadikan sebagai saksi untuk terdakwa Abu Kari, Ismail, Faizal dan terdakwa Kartik alias Juma, Ali Muttaqim mengakui, kalau awalnya tidak mengetahui isi tas yang dibawa adalah sabu, tetapi diketahuinya setelah di rumah Abu Kari.

Akan tetapi, ketika saat ditanya hakim, bahwa Ali Muttaqim kemudian sudah tau ada sabu di dalam tas yang dibawa dari Malaysia, kenapa dilanjut membawa ke jalan Kelakap Tujuh (maksudnya samping SPBU tempat mereka di grebek BNN-red), Ali Muttaqim menjawab terpaksa karena harus balik ke kampungnya di Pulau Jawa melihat anaknya sakit, ujar Ali Muttaqim saat itu berkilah.**(Tambunan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>