Hakim Majelis PN Dumai bebaskan Ashari dari segala jeratan hukum JPU *Kasus kehutanan

Dumai, suarariau.com – Tidak sependapat dengan tuntutan JPU menuntut terdakwa Ashari selama 8 tahun penjara, akhirnya, hakim majelis Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Dumai, yang memeriksa perkara Ashari “meng kandaskan kan” tuntutan JPU.

Dalam sidang lanjutan, dengan agenda pembacaan putusan yang digelar, Rabu, (17/2), mulai sekitar pukul 14.30 Wib, hakim majelis dipimpin Isnurul Syamsul Arif. SH. MH, dalam putusannya membebaskan terdakwa Ashari dari segala dakwaan dan tuntutan hukum JPU.

Tidak seluruhnya berkas putusan perkara Ashari dibacakan oleh hakim majelis. Selain nama saksi-saksi yang sudah diperiksa disebut dalam pertimbangan hakim, dan membacakan isi eksepsi PH terdakwa Ashari maupun membacakan petikan tuntutan JPU, hakim majelis juga membacakan segala pertimbangannya terkait perkara.

Namun tidak terdengar dalam pertimbangan yang dibacakan hakim majelis soal adanya fakta hukum yang terungkap saat persidangan sebelumnya digelar, seputar dakwaan JPU terkait perbuatan terdakwa Ashari.

Contohnya, hakim majelis tampak mengenyampingkan fakta persidangan adanya terungkap kwitansi jual beli lahan, yang dibayarkan kepada terdakwa Ashari, ditunjuk oleh saksi Sihite, notabene membeli lahan kepada Ashari lewat perantara RT Kusno maupun adanya fakta sidang lainnya soal perbuatan yang didakwakan kepada Ashari.

Namun, soal adanya fakta-fakta hukum terungkap dalam sidang sebelumnya, seyogianya “gayung bersambut” dengan dakwaan JPU diduga dikesampingkan atau tidak menjadi pertimbangan hukum oleh hakim majelis, media ini belum mendapat klarifikasi dari hakim majelisnya.

Sementara itu, atas putusan hakim majelis membebaskan terdakwa Ashari dari segala dakwaan dan tuntutan hukum, JPU Tri Nugraha. SH, tampak belum menyatakan sikap upaya hukum, apakah terima atau banding ketingkat kasasi.

Hanya saja, setelah amar putusan usai dibacakan, hakim Isnurul Syamsul Arif menyebut memberikan ruang atau kesempatan kepada JPU untuk menanggapi putusan itu.

Sebagaimana diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejari Dumai, Tri Nugraha. SH, sebelumnya dalam perkara itu telah menuntut hukuman terdakwa Ashari selama 8 tahun penjara.

JPU menyebut, bahwa perbuatan Ashari, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan hukum, dengan menduduki, sengaja menyuruh dan mengorganisasi pembalakan liar di kawasan hutan Sinepis Dumai.

Kawasan hutan yang dimaksud JPU adalah Kawasan Hutan areal Konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Alam (IUPHHK – HA) yang diberikan Kementerian Kehutanan RI kepada PT Diamond Raya Timber, yang berada di KLampung Tengah Sinepis, Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. (Tambunan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>