Heri Syaputra Somasi Bupati Bengkalis

C360_2016-03-22-15-43-48-193DURI,Suara Riau Com-Sejak dua minggu lalu,pusat perbelanjaan Pujasera yang di Duri ( Mandau ) terlihat tutup dan tidak beraktivitas.Hal itu bisa jadi akibat adanya penyegelan dan pemasangan polis line disekeliling gedung Pujasera tersebut.

Dan akibat membuat pemilik usaha Resto dan Cafe Pujasera, Heri Syaputra melakukan perlawanan hukum.
Hery Syaputra missalnya,saat dikonfirmasi wartawan media ini, Pkl 14.00WIB,Selasa ( 22/03 ) tadi.

Dirinya mengaku merasa dirugikan atas penutupan Pujasera.Dan sebagai pemilik usaha Resto dan Cafe di lantai satu gedung Pujasera Duri ( Mandau ),mengaku tidak mengerti dasar maupun alasan penutupan gedung Pujasera.

“Sebelum menutup dan memasang garis polis line,pihak Bupati Bengkalis melalui UPTD Pasar dan Kebersihan Kec.Mandau seharusnya memberikan surat pemberitahuan paling tidak 3 kali kepada saya.Artinya,sebelum bertindak jangan hanya mendengar ceritra dari orang yang tidak bertanggungjawab itu.”Ujar Hery Syaputra

Bahkan lebih jauh,Hery Syaputra berkata ” Sedangkan Ahok saja sebelum melakukan penutupan usaha/penggusuran dilokalisasi Kalijodoh, terlebih dahulu melakukan surat pemberitahuan sebanyak 3 kali kepada pemilik usaha yang berbau maksiat dan penjualan miras”, ungkap Heri seraya mengarahkan media ini konfirmasi kepada tim pengacaranya.

Bobson Samsir Simbolon, SH jurubicara dari Law Office Von Zeplin Simbolon, SH & Partners, selaku tim pengacara/kuasa hukum dari Heri Syaputra, ketika ditemui wartawan di kantornya Jl.Karang Anyer-Duri
Membenarkan bahwa mereka selaku kuasa hukum Heri Syaputra telah melayangkan surat somasi tanggal 17 Maret 2016 yang lalu kepada Bupati Bengkalis, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kab.Bengkalis, dan Camat Mandau, dengan no.09/LO-VZS/M/III/2016.

“Klien kami (Heri Syaputra) adalah pemilik usaha Resto dan Cafe Puja, yang bertempat diruangan Pujasera (Pusat jajanan Selera Rakyat) Kec.Mandau sudah mendapat izin dari UPTD Pasar dan Kebersihan Kec.Mandau, bukti sutatnya No.511/UPT-DPK/2015/218 tertanggal 12 November 2015, dan masa berlakunya hingga Oktober 2016.”Ujarnya Bobson,Selasa ( 22/03 )

Seraya menjelaskan,kalau klien mereka sudah membayar ritribusi sebesar Rp.10.900.000″, kepihak UPTD Pasar dan Kebersihan Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.Terkait keberatan klien kami itu.Kami telah melayangkan somasi kepada Bupati Bengkalis,Amril Mukminin

“Kami minta klarifikasi terkait,tempat usaha mana yang menjadi usaha hiburan malam ilegal yang beroperasi di Pujasera Kec.Mandau,surat peringatan tertulis dari Bupati Bengkalis, Kadis Pasar dan Kebersihan, dan Camat Mandau ke pihak klien kami, Perda/Perbup Bengkalis berapa yang mengatur tentang tatacara dan syarat menjalankan tempat usaha di Pujasera Kec.Mandau.”jelas Bobson.

Dan bila somasi tersebut tidak diindahkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bengkalis,pihak mereka,menurut Bobson akan menempuh jalur hukum

” Kami beri waktu 3 x 24 jam kepada pihak Pemkab Bengkalis dan Camat Mandau, apabila tidak diindahkan surat somasi kami, maka kami akan melakukan upaya hukum atas kerugian dan pencemaran nama baik yang dialami oleh klien kami”, ujar Bobson dengan tegas.

Sejauh ini pihak Camat Mandau dan pihak berkompten lainya di Kabupaten Bengkalis saat hendak dikonfirmasi terkait kebenaran yang disampaikan Bobson dan Hery,belum berhasil.Karena saat diupayakan untuk ditemui dan dihubungi.Mereka disebut sebut sedang sibuk karena banyak acara.( Julieser /Mlk )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>