Tim Kuasa Hukum Hery Syaputra Minta Klarifikasi Kepada Kapolsek Mandau

Juru Bicara Kuasa Hukum Hery,Bobson SHDuri, Suarariau.Com,- Tim Kuasa Hukum Hery Syaputra, yang terdiri dari Von Zepplin Simbolon, SH, Bobson Samsir Simbolon, SH dan Roberto Duran Simbolon, SH dikabarkan telah melayangkan surat permintaan klarifikasi dan penjelasan terkait tindakan penutupan dan pemasangan polis line kepada Kapolsek Mandau

Adanya surat permintaan klarifikasi dan penjelasan ke pihak Polsek Mandau itu menurut tim Kuasa hukum yang bernaung di Law Office Von Zepplin Simbolon, SH & Partner dan ber alamat Jl.Karang Anyer II, Kel.Air Jamban, Kec.Mandau – Duri itu menurut

Tim Kuasa Hukum Hery Syaputra, sehubungan dengan penutupan tempat usaha Resto dan Cafe Puja milik Hery Syaputra di gedung Pujasera (pusat jajanan dan selera rakyat) Jl.Jend.Sudirman Kec.Mndau.

Dimana pada hari Selasa (08/03) sekira pukul 20.30 Wib, pihak Polsek Mandau menurut Kuasa Hukum Hery, mendatangi gedung Pujasera lantai dua tempat usaha Hery Syaputra, dan pada saat itu menurut tim Kuasa Hukum Hery,yang hanya istri kliennya

Ketika itu menurut pihak tim Kuasa Hukum Hery.Pihak Polsek Mandau meminta kepada istri Hery agar segera menutup dan mengosongkan tempat usaha tersebut dengan alasan usaha Resto tersebut tidak resmi atau illegal.Anehnya,walaupun istri Hery sudah menunjukkan dokumen legalitas, namun pihak Polsek Mandau katanya tidak menghiraukan dan langsung memasang Police Line.

Hal tersebut disampaikan Bobson Samsir Simbolon, SH.Selaku jurubicara dari tim Kuasa Hukum Hery Syaputra alias Ucok Saragih.Bobson justru berkata

kepada media ini ketika dijumpai dikantornya Selasa (22/03) sekitar pukul 14.30 Wib.

“Benar bahwa pemasangan garis polisi adalah merupakan rangkaian tindakan pihak kepolisian dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam hal terjadi suatu tindak pidana, sebagaimana yang diatur dalam pasal 7 KUHAP dan pasal 13, 14 dan 16 UU No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.Lalu,apa hubungannya dengan usaha jualan makanan dan minuman,yang dilakuoni klien kami.”Ujar Bobson,Selasa( 22/03 ) diruang kantornya

Seraya menjelaskan adanya rekomendasi/izin dari UPTD Pasar dan Kebersihan Kec.Mandau melalui surat no.511/UPT-DPK/2015/218 tanggal 12 November 2015,yang dimiliki kliennya.

“Coba lihat masa berlaku Rekom dari Kelurahan Air Jamban No.358/SITU-1001/2015 tanggal 11 November 2015, dari UPTD Kesehatan/Puskesmas Kec.Mandau No.440/UPTD-TU/2015/1394 tanggal 10 Desember 2015, ini.Disini masa berlakunya sampai Oktober 2016.Lalu dimana pelanggarannya ? “, ungkap Bobson.

Seraya menunjukan bukti pembayaran sebesar Rp 10,900,000 yang dibayarkan kliennya kepada pihak UPTD Pasar dan Kebersihan untuk by retribusi kebersihan/ persampahan selama satu tahun.

“Bila pihak Posek Mandau tidak menanggapi surat klarifikasi dari kami, maka selanjutnya pihak kami akan melakukan tindakan upaya hukum”, Tandas Bobson.

Sementara Kapolsek Mandau,Kompol Taufig Hidayat, SIK saat ditemui guna konfirmasi,yang bersangkutan disebut sebut anak buahnya,sedang mengikuti/menghadiri acara pisah sambuta Kapolda Riau di Pekanbaru.

Bahkan saat dihubungi dan dikonfirmasi Via Nomor Hand Phone 0813 7298 xxxx,yang bersangkutan terkesan tidak bersedia untuk berkomentar.Hal tersebut diperkuat dengan tidak adanya balasan dari sipemegang nomor yang dihubungi Redaksi suarariau.com,Rabu ( 23/03 ) malam.( Julieser/red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>