PN Dumai Tolak Gugatan Yayasan Riau Madani

Majelis HakimDUMAI,Suara Riau.Com-,Selasa ( 26/04 ) kemarin,pihak Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Dumai,menyatakan menolak untuk mengadili perkara pihak YRM ( Yayasan Riau Madani )

Pernyataan penolakan tidak berwenang untuk mengadili itu,disampaikan langsung oleh Ketua Majelis persidangan,Krosbin Lumban Gaol,SH MH diruang sidang Dr Kusuma Atmaja SH Pengadilan Negeri Dumai.

Dimana dalam isi berkas putusan sela yang dibacakan secara bergantian oleh Majelis Hakim itu.Para Majelis Hakim,menyatakan dengan tegas menolak seluruh isi gugatan pihak penggugat ( YRM ).Dengan dasar pertimbangan menurut Krosbin Lumban Gaol SH MH, bahwa pencabutan ijin operasi untuk sejumlah perusahaan industry minyk CPO
Dan pencabutan ijin Kawasan Industri yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Dumai di Lubuk Gaung Kecamatan sungai Sembilan dan Kawasan Pelabuhan ( Persero ) Indonesia I Cabang Dumai,adalah harus berdasarkan hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) Pekanbaru-Riau.

Oleh karena itu,Majelis Hakim memalalui amar putusannya mengatakan menerima eksepsi absolute para tergugat dan menyatakan menolak seluruh isi gugatan pihak penggugat ( YRM ).

Sementara,pada sidang sebelumnya, para kuasa tergugat telah menyampaikan eksepsi ( sanggahan ) terhadap gugatan sipenggugat,yaitu YRM

Dimana dalam isi Eksepsi para tergugat yang disampaikan kepada pihak Majelis Hakim PN Dumai.Kuasa Hukum tergugat dari Wilmar Group, PT Pelindo I Dumai,PT IBP,Naga Mas,PT SDS,CEF,Pemerintah Kota Dumai dan tergugat lainnya,menyebutkan,menolak isi materi gugatan YRM,khusunya masalah penjabutan injin yang dikeluarkan oleh Walikota Dumai.

Dalam hal ini menurut Kuasa Hukum tergugat,termasuk masalah pencabutan ijin menduduki Kawasan Lindung Nasional dan ijin operasional sejumlah pabrik perusahaan pengolah minyak CPO di sepanjang garis pantai laut Lubug Gaung Kecamatan Sungai Sembilan,yang dikeluarkan Walikota Dumai

Dimana sesuai isi dalil gugatan si penggugat ( YRM ),akibat pemberian ijin pendirian dan operasional kepada seluruh perusahaan yang digugat,mengakibatkan terjadinya pencemaran udara,laut dan kerusakan tatanan kawasan hutan lindung di sepanjang garis pantai laut Sungai Smbilan,Medang Kampai dan Dumai.

Sebagaimana di ekspos media ini sebelumnya,bahwa perkara perdata yang terdiri dari lima berkas.Pertama,Wilmar Group,PT Pelindo I Dumai,PT IBP,Naga Mas ( NPO ) dan Walikota Dumai, dengan nomor: 35/Pdt.G/2015/PN-Dum.

Dan berkas perkara Ke dua nomor 36, 37, 38 dan perkara nomor 39, atas nama tergugat PT Sari Dumai Sejati (SDS), PT Cemerlang, PT Pacifik Indopalm, PT IBP dan PT Semesta Alam Permai (SAP), juga sebagai tergugat dalam perkara ini.

Dengan dalih,akibat perbuatan tergugat I dan II, sering atau kerab terjadi polusi udara dan laut,sehingga pihak YRM selaku penggugat dalam perkara ini meminta kepada pihak Pengadilan Negeri Dumai untuk mencabut ijin perusahaan refinery tersebut.

Bahkan dalam isi gugatannya pihak YRM juga memprotes/mempermasalahkan dan meminta pihak Pengadilan Negeri Dumai,melalui Majelis Persidangan,untuk mencabut ijin usaha para tergugat 36, 37, 38 dan perkara nomor 39

Dimana dengan dalih,akibat pemberian ijin pendirian dan operasional tergugat PT Sari Dumai Sejati (SDS), PT Cemerlang, PT Pacifik Indopalm, PT IBP dan PT Semesta Alam Permai (SAP),di Lubug Gaung Sungai Sembilan Kota Dumai.Mengakibatkan perubahan fungsi Kawasan Lindung Nasional dan Kawasan Lindung Provinsi menjadi kawasan industri.( Mulak Sinaga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>