Perkara Terkesan Dipaksakan, Keterangan Saksi Lemahkan Dakwaan JPU

BENGKALIS,Reportase Riau.Com-Senin ( 17/05 ) lalu,pihak Majelis Hakim yang menagani atau mengadili perkara tindak pidana dugaan pencemaran nama baik Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigari Kabupaten Bengkalis kembali digelar.

Sidang perkara pencemaran nama baik atas nama pelapor, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab Bengkalis,Ridwan Yasid dan terlapor/ terdakwa Agen Simbolon ( Ketua Umum Serikat Buruh Riau Independen ( SBRI) itu digelar Senin ( 17/05 ) kemarin disalah satu ruang sidang Pengadilan Negeri Bengkalis.

Sidang yang beragendakan,pemeriksaan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum( JPU) dari kejaksaan Negeri Bengkalis itu dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis,Rusdiyono,SH MH
Nama nama saksi yang dihadirkan JPU,Hendra Praja,SH saat itu,seperti  Ridwan Yasid ( Kadisnaker ),Jendri Salmong Ginting ( Kabag Pengawasan ), Polin Sibuea ( PPNS) dan Ijah ( Pegawai Honorer).
Dalam keterangan kesaksiannya,saksi Ijah yang dihadirkan JPU,mengatakan kepada Majelis Hakim persidangan,kalau cikal bakal atasannya ( Ridwan Yasid ) melapor perbuatan tindak pidana dugaan pencemaran nama baik adalah isi berita media online Goriau tertanggal 09 oktober 2015
Namun saat ditanya pihak majelis,apa isi berita dari media online itu.Ijah justru berkata. ” Tidak tau,karena sya tidak pernah baca beritanya pak hakim.”Ujar Ijah menjawab pertanyaan Majelis Hakim,seraya mengatakan,kalau dirinya mengetahui issu itu dari teman sekantornya di kantor Disnaker.
“Kenapa saksi yang tidak mengetahui titik permasalahan dihadirkan oleh JPU sebagai saksi.Apa tak ada saksi lain yang bisa menjerat,bos ( pimpinan kami ini )?.”Canda,seorang  anggota SBRI yang mengikuti jalan persidangan saat itu,seakan mengejek saksi yang dihadirkan JPU dari Kejaksaan Negeri Bengkalis
Demikian halnya Agen Simbolon,selaku Ketua  Umum SBR  yang dijadikan sebagai terlapor /tersangka dalam kasus/perkara tindak pidana dugaan pencemaran naba baik itu berkata,kalau dirinya sudah merasakan adanya kejanggalan dalam penetapannya sebagai tersangka/terdakwa.
“Ini kayaknya menyangkut kepentingan.Buktinya,berita tak jelas saja mereka jadikan dasar melapor,memproses dan menyidangkan perkara ini. “Ujar Agen Simbolon,seraya mengatakan,kalau antara saksi dan saksi lainnya yang dihadirkan JPU,saling bertolak belakang.
Dan yang lebih aneh lagi menurut Agen Simbolon,ada saksi yang dihadirkan JPU berkata,kalau permasalahan /perkara ini timbul dikarenakan adanya tuntutan buruh SBRI kepada Delapan perusahaan Kontraktor/Rekanan PT CPI ( Caltex Pasific Indonesia )
” Alasan para saksi,setiap ditanya Majelis Hakim,para saksi hanya mengatakan ada nya tuntutan buruh melalui SBRI,terhadap delapan perusahaan kontraktor PT.CPI yang sampai saat ini sudah mencapai 2 thn,tidak mendapatkan penyelesaian.Dan majelis hakim sidang pun mempertanyakan,hal tersebut kepada saya.”Ungkap,Agen Simbolon,diselah hendak meninggalkan ruang sidang,Kamis ( 17/05 )
Sementara  Ridwan Yasid,saat ditanya Majelis,apakah saat ini masih di periksa ( proses) atau tidak?, Kadisnaker ini menjawab, masih tetap berproses. Namun saat ditanya Majelis,apa ada kendala sehingga sebagian perusahan  yang belum  melakukan pembayaran.Dia hanya menjawab.”Lagi dalam proses pak Hakim.”Ujar Ridwan Yasid
Berbeda dengan saksi Jendri Salmong Ginting.Kepada Majelis Hakim,dia justru mengatakan,tak satupun perusahan yang membayarkan  tuntutan SBRI.
Demikian juga saksi Polin Sibuea,saat ditanya Majelis persidangan,mengenai proses tuntutan burus (SBRI ).Polin Sibuea dengan nada tegas mengatakan” tidak lagi Majelis”. Bahkan saat ditanya Majelis Hakim kenapa?
Polin menjawab” Kadisnaker( Ridwan Yasid) tidak lagi memerintahkan untuk di proses.”jawab Polin Sibuea,seraya mengatakan kalau proses yang sudah pernah dilakukan di Polres Bengkalis kepada Ke Delapan perusahaan kontraktor PT CPI,telah dihentikan
Dengan dalih penghentian proses penyidikan menurut Polin,karena surat yang di buat oleh Kadisnaker ( Ridwan Yasid) kepada setiap perusahaan, bukan lagi bentuk panggilan , Melainkan bentuk  undangan, sehingga perusahaan menurut Polin tidak mau hadir.
“Dikarenakan surat tersebut tidak berkekuatan hukum untuk memaksa menghadirkan perusahan,sehingga proses berhenti dan tidak dapat untuk di lanjut kan.”Ungkap terdakwa Agen Simbolon,seakan menguatkan keterangan saksi Polin Sibuea
Seraya mengatakan kalau  sekanerio permainan Kadisnaker atau proses yang selama ini mengakibatkan permasalahan delapan perusahaan kontraktor tidak menyelesaikan hak hak nya buruh.
“Bagi saya tak masalah.Yang menjadi masalah hanya kebohongan para saksi saksi tersebut,bukankah para saksi itu telah disumpah.Dan bisa dipenjara 7 tahun,akibat kebohongannya ?.”Ujar Agen Simbolon mengakhiri perbincangannya dengan wartawan.( tim )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>