Danrem 031 / WB: Karena Tugas Pemadaman Api Tidak Lah Ringan,Untuk Itu Kita Harus Saling Berkoordinasi Dengan Semua Pihak

Foto bersama Danrem 031 / WB, Brigjen TNI Nurendi M.Si (Han), Danpusenif Mabes TNI, Mayjen TNI Prihadi Agus Irianto, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau, Ir Tandi Cahyana.PEKANBARU,Suara Riau.Com — Danrem 031 / Wira Bima (WB), Brigjen TNI Nurendi M.Si (Han) hadiri acara halal bi halal yang siselenggarakan oleh pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau yang dipusatkan di Jalan HR Subrantas Pekanbaru, Kamis (14/07/16).

Selain Danrem, acara halal bi halal yang diselenggarakan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau tersebut juga turut dihadiri Gubernur Riua (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman,

Mantan Danrem 031 / Wira Bima (WB) yakni Mayjen TNI Prihadi Agus Irianto ( Danpusenif Mabes TNI ), Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Ir Tandi Cahyana M.si dan  perwakilan Danlanud serta beberapa tamu undangan penting lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, Ir Tandi Cahyana M.Si mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pejabat Forkopimda Provinsi Riau dalam acara halal bi halal yang sengaja diselenggarakan pihaknya pada hari ini.

Untuk itu  dirinya juga mengajak semua pihak agar saling meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

Sementara Danrem 031 / WB, Brigjen TNI Nurendi M.Si (Han) dalam penuturannya mengatakan tugas pokok yang paling berat saat ini adalah mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karlahut).

“Saya sadari tugas ini tidak lah ringan, kita harus saling bekerja sama dalam menanggulangi agar kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Menurut Danrem salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman serta menyadarkan masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan secara sembarangan sehingga dapat merugikan  masyarakat Riau sendiri. Untuk itu perlu melibatkan semua pihak baik korporasi dan masyarakat lainnya.

“Kita semua harus merasa terpanggil apabila terjadi kebakaran lahan dan hutan. Karena hutan yang asri dan alami menghasilkan udara yang bersih yang dapat di nikmati anak cucu kita kelak sebagai warisan generasi kita kededan,” kata Danrem.(Rilis Penrem 031/Wirabima/WS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>