Terkait Sengketa Lahan di Pelintung, Kuasa Hukum Ahwa dan Djohan Debat Sengit Dengan Tengku Rubiah

Copy of rubiahDUMAI,Suara Riau.Com—Jum at ( 15/07/16 ) kemarin,Dua orang Advokad ( Pengacara ) dari Dumai,bernama Edy Azmi SH dan Cassarolly Sinaga SH,berdebat sengit dilapangan dengan seorang oknum Legal PT ( Persero ) Pertamina RU II Dumai bernama Tengku Rubiah.

Ketiga penyandang gelar Sarjana Hukum ini berdebat dikarenakan sama sama mempertahankan hak dari klien yang dibelanya.Cassarolly Sinaga SH dan Edy Azmi SH missalnya.

Kedua warga Dumai ini sengaja turun ke lahan/tanah milik kliennya di Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai,setelah terlebih dahulu mendapat laporan dari kliennya,kalau pihak kontrkator PT ( Persero ) Pertamina RU II Dumai,telah melakukan pengerukan dan pengambilan tanah galian dilahan milik klien mereka

Demikian halnya Tengku Rubiah,dia juga mengaku turun ke Objek tanah/lahan bermasalah,setelah mendapat laporan dari pihak kontraktor sipenerima pekerjaan,kalau mereka dilarang untuk mengeruk/menggali dan mengangkut tanah galian dari lahan yang sebelumnya dikleim sebagai lahan milik PT ( Persero ) Pertamina RU II Dumai

Sementara Djohan pada Kamis, 28 Juni 2016 lalu,melalui  karyawannya bernama Marsudin, telah  melaporkan pihak Kontraktor penerima kerja dan PT.Pertamina RU.II selaku pemberi kerja ke pihak Polres Dumai.

Dan laporan Pidana dengan STPL : LP/210/VI/2016/Riau/Res Dumai tersebut,menurut Cassarolly Sinaga,SH sehubungan adanya dugaan tindak pidana Pencurian Tanah Timbun dan atau Penyerobotan Tanah dengan cara melakukan pengerukan/penggalian tanah milik Djohan yang terletak di Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai.

Berdasarkan pantauan awak media ini dilapangan, mulai dari Jumat, 1 Juli 2016 lalu hingga 15 Juli 2016 kemarin,menyebutkan bahwa Penyidik Polres Dumai bersama dengan Juru Ukur Kecamatan Medang Kampai Sdr.Chaidir.M, Juru Ukur Kelurahan Pelintung Sdr. Miswan, dan Ketua RT 006 Abu Samad telah melakukan peninjauan terhadap batas dan sempadan tanah tersebut

Bahkan,dari pengamatan awak mebia ini,dilahan objek bermasalah ini,sebelumnya telah ada pemasangan police line dari pihak Penyidik Polres Dumai.Dan police line yang terpasang di area tanah timbun itu kayaknya tidak jadi pertimbangan bagi pihak PT ( Persero ) Pertamina RU II Dumai.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya tindakan pengerusakan police line,dengan cara pencabutan police line oleh oknum PT ( Persero ) Pertamina RU II Dumai bernama Tengku

Uniknya ketika wartawan mempertanyakan terkait pemasangan police line tersebut kepada Tengku Rubiah.Tengku Rubiah namun justru dengan santai menjawab, “Silahkan mereka melakukan police line, biar pengadilan membuktikan siapa pemilik tanah yang sah.”UjarTengku Rubiah menjawab wartawan,beberapa waktu yang lalu

Dan Tengku Rubiah mengaku kalau PT ( Persero ) Pertamina RU II Dumai memiliki Akte Jual Beli (AJB) tahun 1974, dengan luas lahan menurut Tengku Rubiah 36 hektar atau 600 x 600 meter.

Sementara Cassarolly Sinaga SH selaku kuasa hukum Djohan,saat dikonfirmasi terkait pencabutan garis police line yang diduga dilakukan pihak suruhan PT ( Persero ) Pertamina RU II Dumai

Cassarolly Sinaga SH selaku kuasa hukum Djohan yang turut hadir ke lokasi pada saat itu,justru berkata,kalau tindakan oknum pegawai Pertamina bernama Tengku Rubiah,sudah merupakan tindakan dugaan pelecehan terhadap tugas tugas Kepolisian RI

“ Tindakan Sdri.Tengku Rubiah mencabut police line tersebut Kami anggap sangat melecehkan tugas dari institusi Kepolisian. Kami sangat heran, mengapa hanya Sdri.T.Rubiah saja yang berani mencabut police line tersebut??? Padahal saat itu ramai karyawan Pertamina hadir termasuk Security nya. Ada kepentingan apa sebenarnya dibalik ini semua???. “( Mulak Sinaga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>