F.SPTI-K-SPTI Cabang Dumai Dengan SP3 Ribut, Surat Penunjukan dari PT MMC Diduga “Sebagai Penyebab “

Rapat SPTIDUMAI,Suara Riau.Com—Rabu ( 03/08/16 ) kemarin,sejumlah perwakilan dari pengurus F.SPSI-K-SPTI Cabang Dumai dan SP3 Cabang Dumai,padati ruang rapat kantor Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai.

Kehadirian para perwakilan kedua organisasi atau serikat buruh di Jalan Kesehatan kelurahan Teluk Binjai ini,guna mengikuti acara mediasi yang diselenggarakan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai.

Pertemuan mediasi yang dipimpin Kepala Bidang Pengawasan dan Syarat Kerja kantor Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kota Dumai,Muhammad Fadhly SH itu tampaknya membahas menyangkut perselisihan masalah bongkar muat antara buruh PUK FSPTI – KSPSI MMC Bukit Nenas dengan buruh yang mengatas namakan PUK SP3 MMC  di Gudang PT MMC Bukit Kapur.

Namun dikarenakan mediasi Rabu ( 03/08/16 ) kemarin berjalan sangat alot dan tidak buahkan hasil.Maka,pimpinan sidang,Muhammad Fadly SH,meminta para pihak untuk bersabar sampai adanya keputusan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai

“Dikarenakan,para pihak saling mengkleim bahwa gudang PT Multi Mas Chemindo adalah wilayah/tempat kerjanya.Maka,hasil mediasi hari ini saya anggap gagal/tidak membuahkan hasil.Nah menunggu,adanya putusan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai,saya harap kedua belah pihak bisa saling menahan diri.”Pinta Fadly

Seraya mengatakan,batas waktu adanya keputusan,paling lambat sampai tanggal 09 Augustus 2016 mendatang.”Mudah mudahan tanggal 09 Augustus 2016 mendatang,surat keputusan dari pak Kadis sudah keluar dan sampai kepada F.SPSI-K-SPTI dan SP3.”Kata Fadly sembari menyebut,tembusan surat akan disampaikan kepada Kapolsek dan Dan Ramil Bukit Kapur

Sementara,Ketua FSPTI – KSPSI Dumai, Nurdin Budin saat dikonfirmasi terkait permasalahan yang terjadi di Gudang PT. Multimas Chemindo, Kecamatan Bukit Kapur, selaku Serikat Pekerja yang bekerja di gudang PT. Multimas Chemindo sejak tahun 2010, menyatakan sangat kekecewa terhadap pihak manajemen PT.MMC

Kekecewaan itu menurut Nurdin Budin.S.Sos,akibat adanya  putusan kontrak kerja secara sepihak dan adanya tudingan tidak professional serta sering melakukan mogok kerja yang dituduhkan pihak PT MMC terhadap anggotanya

“Kami tidak pernah melakukan kesalahan, kami selalu bekerja secara profesional tanpa mengeluh, kami juga tunduk dan taat dengan Undang- undang, tapi kenapa perusahaan memutuskan hubungan kerja secara sepihak, tanpa mengajak kami duduk bersama untuk menanyakan permasalahan sebenarnya,” ujar Nurdin diruang kerjanya,Kamis ( 04/08 ) tadi

Bila mengacu kepada Undang Undang RI No 21 tahun 2000,tentang serikat pekerja ( buruh ),tindakan pihak PT MMC itu menurut Nurdin Budin,telah pelanggaran hukum.Dan bila mengacu kepada isi surat keputusan pihak PT MMC itu,pihak PT MMC menurut Nurdin Budin,terindikasi sebagai sumber dari keributan tersebut.

“Sejak PT MMC berdiri dan beroperasi,kami sudah tercatat di Disnaker sebagai mitra kerjanya disana.Lalu kenapa tiba-tiba kami diputuskan hubungan kerja, ini ada yang aneh, ada apa?” ujar Nurdin,seakan bertanya

Nurdin Budin kembali menjelaskan, munculnya permasalahan ini dikarenakan oknum mantan sekretaris FSPTI – KSPSI Dumai yang bernama Ridwan, awalnya ia bekerja untuk serikat pekerja yang dipimpinnya, lalu karena ia bermasalah dengan kedisiplinan, pihak FSPTI – KSPSI melepas Ridwan dari jabatan Sekretaris dan digantikan dengan orang lain.

Nah, berawal dari situ, Ridwan menurut Nurdin,mencoba mencari payung serikat pekerja maupun serikat buruh untuk mengambil pekerjaan bongkar muat di PT. Multimas Chemindo, hingga ia membuat FSPTI – KSPSI tandingan.

“Inilah punca masalahnya, saat ia membuat FSPTI – KSPSI tandingan, ia bekerja tidak profesional, ia dan pekerjanya melakukan mogok kerja, dengan menyetop mobil yang ingin bongkar di PT. Multimas Chemindo, “FSPTI – KSPSI tandingan inilah yang disebut pihak perusahaan tidak profesional dan mogok kerja, yang akhirnya berimbas kepada kami,” Ujarnya

Mengigat upaya yang dilakukan Ridwan saat itu gagal.Maka menurut Nurdin,Ridwan akhirnya membawa Serikat Pekerja Pemuda Pancasila (SP3), yang kini ditunjuk oleh perusahaan, “ini kenapa perusahaan selalu mementingkan Ridwan, aneh iini ada apa?” Ucap Nurdin lagi.

Dipenghujung penuturannya,Nurdin berkata sangat berharap pihak Disnaker bekerja Profesional untuk memutuskan permasalahan antara KSPSI dan SP3, dan pihaknya hingga kini menunggu keputusan dari Disnaker tersebut.

Demikian halnya Tosahe Haloho Manaraja, selaku sekretaris PUK FSPTI – KSPSI di gudang PT MMC,ia membantah adanya tudingan tidak professional dan suka mogok kerja”Tidak benar itu pak, semua pekerjaan selalu kami selesaikan, tidak pernah sehari pun mogok, kami kadang kerja sampai tengah malam untuk selesaikan kerja, tidak benar itu,” ungkapnya.( Mulak Sinaga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>