Rasyid Abizar: Kepergian Kampus IPDN Ke Pekanbaru Lukai Hati Masyarakat Rohil

IPDNROHIL,suarariau.com — Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hilir (Rohil) sampaikan kritikan/sorotan tajam ,atas pindahnya Kampus  IPDN Rohil yang berada di Ujung Tanjung ke Kota Pekanbaru, Propinsi Riau.

Karena pindahnya kampus IPDN yang merupakan kebanggan negeri seribu kubah itu menurut H Rasyid Abizar, membuat luka hati masyarakat Rohil.

Kritikan dan sorotan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Rohil, H Rasyid Abizar, Minggu (28/08/16) kepada sejumlah wartawan di Bagansiapiapi.

Menurutnya pemindahan Kampus IPDN ke Ibu Kota Propinsi Riau seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada Pemkab Rohil sesuai dengan Surat Keputusan (SK) menteri dalam negeri republik Indonesia sebagai bukti pemindahan atau surat pencabutan SK penempatan IPDN tersebut.

“Kami menyarankan kepada Pemkab Rohil , agar menyurati menteri dalam negeri tentang  status pemindahan IPDN  dari Kabupaten Rokan Hilir ke Pekanbaru, Riau biar ada kejelasan nya. Istilah orang melayu  “Iko pogi tak bekoba” ujarnya menimpali.

Menurut tokoh LAM Rohil ini. Dengan adanya kampus pendidikan tinggi di Rohil tentunya akan memajukan sumber daya manusianya, seperti ungkapan jika engkau tidak belajar, engkau tidak akan berubah dan apabila engkau tidak berubah, engkau akan mati. Belajar dengan giat atau mati dengan binasa.

“Mati  disini artinya bukan meninggal dunia, tapi mati disini, lebih kepada kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak punya Ilmu pengetahuan dan skill yang cukup,” katanya kesal.

Untuk itu katanya, perlu generasi muda Rokan Hilir yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM)  yang handal agar kedepan generasi muda Rohil dapat menggali potensi-potensi alam yang ada dikabupaten Rohil.

Sambung Ketua LAM Rohil itu, sebelum dipindahkan beberapa waktu Rektor IPDN Rohil Profesor M Ilham pernah menyebut bahwa Kampus IPDN akan dijadikan kampus waspada bencana daerah dan sekolah Satpol PP.

Menurut tokoh masyarakat melayu ini, berhubung kampus tersebut bangunannya milik Rohil, lebih baik digunakan  untuk kampus berbasis pendidikan, seperti Universitas Negeri atau Polyteknik, manfaatnya Jelas untuk masyarakat Rohil.

“Sesuai dengan ungkapan melayu yang mengatakan masa lalu dijadikan guru, masa kini dicermati, masa depan diperhitungkan atau memandang ke masa datang, menengok kepada silam dan hari ini sama dikaji , hari esok sama ditengok,” tandasnya. (wis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>