Pangdam I BB : Tangkap Segera Oknum Pembakar Lahan

20160831_121147 (1)ROHIL,suarariau.com – Dalam unjungan kerjanya Ke Rokan Hilir-Riau. Pangdam I Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Lodewyk Pusung sampaikan perintah tegas, untuk menindak dan menangkap oknum pelaku pembakar hutan dan lahan.

Printah tegas berupa lisan itu disampaikan Panggdam I BB, saat dirinya beserta rombongan sedang melakukan peninjauan lokasi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) atau tempat meninggalnya Parjurit TNI dari Denrudal 004 Dumai Pratu Wahyudi

Dalam peninjauan Pangdam I BB yang didampingi Wakil Bupati  (Wabub) Rokan Hilir (Rohil), Drs Jamiludin, Dandin 0321 Rokan Hilir,  Letkol ARH Bambang Sukisworo, Kasdim 0321 Rohil, Mayor Inf Kadek, Pasi Intel Kodim 0321 Rohil, Kapten ARH Rosman Sembiring,

Dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hilir, Azhar Ahmad SE, dan Kepala Dinas Kehutanan Rohil, Rahmatul Zhamri itu. Orang nomor satu dijajaran Kodam IBB tersebut, mengaku akan melakukan evaluasi SPO (Santard Operasi Prosedur) prajurit.

“Kemarin saat ditemukannya almarhum Pratu Wahyudi itu memang sangat heroik, karena apa ? Karena setelah kita jalani tadi kelokasi itu, dia masih bisa berlari sejauh 500 meter lagi dengan kondisi sudah terbakar. ,” ujar Pangdam.

Karena itu Kedepan Pangdam mengaku akan melakukan evaluasi Standar Opersai Prosedur (SOP) prajurit dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutann (karlahut).

“Esensinya adalah, saya mau mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) kami ini kedepan seperti apa. Karena biasanya prajurit saya ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dia kadang-kadang sendiri, kadang-kadang cuma berdua, untuk memadamkan api. Kedepan minimal satu tim ada enam orang karena sangat berbahaya jika sendiri-sendiri,” ujarnya.

Dan setelah melakukan peninjauan bersama Wakil Bupati Rokan Hilir, Pangdam mengaku bahwa lokasi hutan didaerah itu sangat berbahaya. Bahkan saat melakukan peninjauan langsung kelokasi kebakaran hutan. Pandam mengaku sempat terperosok kedalam tanah gambut sedalam 75 Centi Meter.

“Saudara lihat tadi, kelihatan hutannya seperti itu, tapi kita masuk kedalam, luar biasa gambutnya. Saya sama Pak Wakil Bupati terperosok kedalam gambut sedalam 75 centi meter untung saya  ditarik sama teman-teman. Jadi sangat berbahaya sekali,” katanya.

Karena itu Pangdam I BB meminta kepada Wakil Bupati agar Pemda Rokan Hilir, bisa membangun embung atau tempat  penampungan air di lokasi hutan/lahan yang rawan kebakaran. Hal itu menurut Pangdam bertujuan agar tim Satgas karlahut dengan mudah mendapatkan air.

Dia juga menegaskan pihaknya juga akan melakukan razia yustisia bersama pihak kepolisian dan pemda Rohil guna melakukan pendataan terhadap pemilik lahan dan akan mencari para pendatang yang berada dikebun dan pelaku pembakaran lahan.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan menambah pasukan sebanyak dua batalyon lagi ke Kabupaten Rokan Hilir untuk membantu tim satgas pemadaman api di negeri seribu kubah. Dua batalyon prajurit TNI AD itu akan didatangkan dari Padang Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).

Pangdam juga mendapat info, bahwa kebakaran lahan di Rohil sengaja dilakukan oleh orang suruhan dengan bayaran 150 ribu rupiah. Pola pembakaran lahan dilakukan saat satuan satgas sedang istirahat, seperti hari Jumat, Sabtu dan hari Minggu.

“Kita mendapatkan informasi bahwa lahan dan hutan sengaja dibakar oleh orang suruhan dan dibayar 150 ribu rupiah. Pola pembakarannya pun dilakukan saat pasukan sedang istirahat, yaitu hari Jumat, Sabtu dan hari Minggu. Kita akan cari sampai dapat pelaku-pelaku itu,” tegas Pangdam. (wis).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>