Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan, Jawaban Kapolres Dumai “Terkesan Membingungkan ” Masyarakat

bogem-2_20151025_225343Dumai, suarariau.com –Seperti pernah dirilis media ini sebelumnya. Bahwa oknum Camat Sungai Sembilan berinitial Zu dilaporkan Ke Polres Dumai, akibat diduga melakukan penganiayaan terhadap Untung Prayetno

Dimana akibat tindak pidana dugaan penganiayaan yang terlapor berinitial Zul pada tanggal 10 Agustus 2016 silam. Pelapor bernama Untung Prayetno membuat laporan dan menerima  surat tanda bukti laporan Nomor: TBL/263/VIII/2016/Riau/Res Dumai dari pihak penyidik Polres Dumai tertanggal 10 Agustus 2016 lalu

Kejadian dugaan penganiayaan itu menurut korban terjadi diruang tunggu RSUD Kota Dumai. Dimana pada saat itu pelapor disuruh oleh pelapor datang ke RSUD Kota Dumai.

Dimana setibanya di RSUD, oknum Camat Sungai Sembilan itu menurut Untung, langsung memukuli dirinya

Bahkan hanya dengan dalih telah menyerempet  sepeda motor matic yang dikendarai anaknya. Oknum Camat Sungai Sembilan itu menurut Untung Prayetno langsung membabi buta menyerang dirinya

“Mereka (Pengendara Motor-red) terjatuh tepat di samping mobil saya. Akan tetapi mereka tidak ada mengenai mobil saya. Mereka terjatuh karena menabrak pembatas jalan itu,”terangnya.

Menurutnya, tindakan Oknum Camat tersebut sangat arogan. Karena mobil yang dikendarai pelapor tidak ada menyenggol motor matic tersebut.

“Tanpa ada ditanya, saya langsung dipukul dan dibantu oleh temannya. Padahal mobil saya tidak ada menyenggol motor matic itu,”Ungkapnya.

Berbeda dengn Camat Sungai Sembilan, Zulkarnaen,saat dikonfirmasi terkait kebenaran informasi adanya laporan dugaan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya

Camat Sungai Sembilan ini, justru membantah kalau dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap Untung Prayetno.”Maaf, saya seorang Camat, jadi tak mungkin saya melakukan penganiayaan. Memang saya ada mendorong. Tapi saya tidak ada melakukan pemukulan terhadap saudara Untung Prayetno.”Ujar Zulkarnaen menjawab

Seraya mengatakan, masalah itu telah dianggap selesai.”Kami sudah saling bermaaf maafan. Jadi saya rasa sudah tiidak ada masalah.”Kilah Zulkarnaen menjawab wartawan

Sementara Kapolres Dumai, AKBP Donald H Ginting Sik saat dikonfirmasi wartawan dan Pemred suarariau.com via SMS (short message service) terkait tindaklanjut dari laporan dugaan tindak pidana tersebut.

Kapolres Dumai, justru memberikan keterangan yang berbeda beda. Dimana kepada wartawan reportaseriau.com Kapolres menerangkan kalau laporan tersebut bisa dihentikan atau ditutup jika sudah ada perdamaian atau kesepakatan semua pihak.

“Saat ini penyelesaian masalah di level masyarakat sedang digalakkan. Kita berharap masyarakat mampu menyelesaikan masalah dilingkungannya. Hal akan lebih baik. Terkait dengan laporan di Polres bias kita hentikan/tutup kasusnya jika sudah ada perdamaian atau kesepakatan antara semua pihak pihak. Perdamaian akan lebih permanen sifatnya,”terangnya kepada suarariau.com.

Namun jawaban SMS yang dikirimkan kepada Pemred suarariau. Kapolres justru mengaku.”Belum ada..masih proses sidik.”Kilah Kapolres lewat pesan singkatnya,Selasa (6/09/16) tadi menjawab Pemred suarariau.com

Lain hanya dengan tanggapan dari salah seorang advokat Di Dumai.Saat diajak bincang bincang terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang diduga telah dihentikan akibat adanya perdamaian.

Advokat kelahiran Dumai ini justru berkata “ Benar, ada semacam surat edaran skala prioritas dari Kapolri. Tapi itu bukan berarti bisa menghentikan proses hokum terhdap tindak pidana murni, sepereti yang terjadi kepada Agus Prayetno itu. Dari mana UU yang mengatur seperti itu…?,”tegasnya kepada suarariau.com sembari mengatakan namanya tidak usa disebut.

Bahkan lebih lanjut Advokat muda itu berkata kalau tindak pidana adalah perbuatan yang dilarang oleh suatu aturan hukum larangan mana disertai ancaman (sanksi) yang berupa pidana tertentu, bagi barang siapa melanggar larangan tersebut. Setiap tindak pidana yang terdapat di dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pada umumnya dapat dijabarkan ke dalam unsur-unsur yang terdiri dari unsur subjektif dan unsur objektif.

“Mana bisa seperti itu. Bila itu seperti itu jawabannya, itu bisa cerminan dikemudian hari bagi masyarakat. Coba tanyakan dulu apakah itu bukan pidana murni,?”terangnya dengan perasaan jengkel.(Erick)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>