Gelar Razia Cipta Kondisi di Rohil, Polisi Tahan Tiga Bus Jurusan Medan-Siantar-Bagansiapiapi

gambar-berita-4ROHIL, suarariau.com — Jajaran Kepolisian Resort (Polres)  Rokan Hilir  gelar razia gabungan  Cipta Kondisi (Cipkon) 21 tahun 2016. Razia gabungan itu terdiri dari Polri dan Dinas Perhubungan  (Dishub) Kabupaten Rokan Hilir dengan target sasaran bus tanpa izin trayek dan penumpang asal Sumatra Utara (Sumut).

Akhirnya pada hari  Jumat (16/09/16) kemarin pihak kepolisian dan dishub Rohil berhasil menangkap 2 unit bus merek ‘INTRA’  dan  ‘KARYA AGUNG’ kediua bus itu diduga tidak memilik izin trayek Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) jurusan Medan-Bagansiapiapi dan Siantar-Bagansiapiapi.

Seturut dengan itu pada hari selanjutnya, Sabtu (17/09/16) semalam pihak kepolisian dari Sektor Bangko dan dishub Rohil kembali berhasil  menahan 1 unit lagi bus merek ‘GALAN ‘ BK 7020 UW. Ketiga bus ber plat BK itu kini ditilang dan ditahan pihak kepolisian sektor Bangko.

Giat cipta kondisi  21 2016 yang digelar dipimpin langsung oleh Kapolsek Bangko AKP Agung Tri Adiyanto Sik serta mengerahkan 10 personil, dibantu 10 orang petugas dari dinas perhubungan.

Informasi yang berhasil dirangkum dari Kapolres Rohil AKBP Hendri Posma Lubis melalui  Kapolsek Bangko AKP Agung Tri Adiyanto Sik, Minggu (18/09/16) melalui  pesan elektronik dari WhatsApp, Minggu (18/09/16).

Menjelaskan razia Cipta Kondisi 21 tahun 2016 ini tidak hanya menargetkan  bus-bus yang tidak memiliki izin trayek ke Kota Bagansiapiapi saja namun pihaknya akan  merazia para penumpang yang berasal dari luar Kabupaten  Rokan Hilir denga tujuan Kecamatan Sinaboi, Desa Darussalam dan Teluk Dalam.

Seperti diberitakan disalah satu media online sebelumnya razia ini digelar atas perintah Bupati Rokan Hilir H Suyatno karena mendapat informasi dan laporan bahwa bus-bus tersebut kerap membawa pekerja asal Sumatra Utara (Sumut) untuk bekerja dan membuka lahan di Kepenghuluan Darussalam, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Propinsi Riau.

Seturut itu saat para petugas melakukan pemeriksaan satu persatu identitas diri atau KTP dari para penumpang bus didapati rata-rata pemilik KTP beralamat Kabupaten Serdang Bedagai, Propinsi Sumatra Utara (Sumut).

“Kita tahan untuk sementara waktu karena izin trayek tidak ada. Yang satu ada izin namun sudah mati. Kalau mau diurus mengapa baru sekarang, sudah 2 tahun. Ini juga ditahan atas perintah bupati,” ujar Kapolsek. (wis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>