Aktivitas Penampungan BBM Illegal Marak di Riau

untitled-1DUMAI, suarariau,com – Seiring dengan perkembangan perindustrian, khususnya dibidang Bahan Bakar Minyak di Indonesia.

Dan ditambah dengan semakin banyaknya para oknum pemilik modal ( saham ) yang kebingungan mencari bidang usaha

Maka, delapan tahun terakhir ini banyak oknum oknum pengusaha yang mencoba menggeluti usaha penampungan, penimbunan dan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara illegal

Seperti halnya yang dilakukan oleh oknum oknum pengusaha penampungan BBM di Dumai-Riau.

Kian hari, lokasi atau tempat penampungan BBM di Dumai makin bertambah. Dan ini kemungkinan tidak terlepas, akibat “lengahnya “ aparat penegak hukum dan banyaknya oknum supir tangki pengangkut BBM “Nakal” yang singgah/mampir dilokasi penampungan illegal tersebut

Pantauan suarariau.com, Rabu (21/09/16) menyebutkan, bahwa sejumlah tempat penampungan illegal yang berada KM 18 sampai KM 20 Jln. Soekarno Hatta, Dumai-Duri dan Jln Perwira Dumai berjalan lancar

Bahkan telah tergolong cukup nyaman. Hal itu terungkap dari pengakuan sejumlah sumber suarariau.com.

Dimana saat diajak bincang-bincang dilapangan. Sumber yang mengaku sebagai salah seorang penjaga pintu di salah satu tempat penampungan BBM illegal tersebut.

Pria yang tidak mau menyebut jati dirinya itu justru mengaku kalau dirinya telah lama bekerja sebagai penjaga pintu ditempat penampungan milik warga Bagan Besar itu

Bahkan dalam penuturannya. Pria paroh baya itu, mengaku kalau tempat penampungan milik majikan ( toke ) nya wajib setiap bulan memberikan bingkisan kepada oknum berwenang di daerah Dumai

Informasi yang berhasil dihimpun suarariau.com dilapangan, usaha penampungan BBM illegal tersebut sudah ada tujuh lokasi. Oknum pengusaha ke tujuh tempat tersebut diantaranya berinitial Yan, Mar, Gin, Jok, Il, Aj, dan Ev.

Oknum-oknum Sopir Truk Tanki pengangkut BBM, menjual BBM jenis Solar, Premium secara illegal yang dikeluarkan dari lambung tanki truk yang dibawa sopir ke lokasi “mafia” BBM, akan tetapi, BBM jenis Avtur pun ternyata diduga turut dilego.

Pengamatan wartawan suarariau.com dilapangan, tempat usaha penampungan BBM illegal dibatasi atau ditutup pagar seng agar aktivitas haram tersebut tidak terlihat oleh masyarakat. Pada saat mobil tanki mengangkut BBM memasuki lokasi, dengan cepat para petugas jaga membuka pintu masuk mobil dan langsung cepat menutup pintu masuk tersebut.

Kebanyakan kegiatan usaha penampungan Illegal tersebut dibecking oleh oknum aparat penegak hukum. Dan tidak jarang usaha penampungan illegal tersebut juga didatangi oleh aparat hukum.

“Itu sudah biasa kita lihat Pak. Terkadang, kurang lebih sekitar pukul 10.00 Wib pagi, para oknum aparat penegak hukum yang berbaju Dinas sering mendatangi usaha tersebut. Kita tidak tahu apa tujuan mereka ke situ,”terang salah seorang warga Bukit kapur kepada suarariau.com sembari tidak mau namanya di publikasikan.

Lanjutnya, kegitan “Haram” yang sering”dipertontonkan” tersebut menjadi pertanyaan di benak masyarakat. Apakah kegitan tersebut tidak merugikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau apakah usaha tersebut resmi dan dapat menambah pendapatan Negara atau daerah.?. Atau justru merugikan Negara..???.( **Rick)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>