Jalan Dumai Pelintung Mulai Rusak, Dana APBN Untuk Pembangunan Jalan Rigid Pavement Diduga Dikorupsi

gambar-proyek-jalan-pelintungDUMAI,suarariau.com—Kini jalan rigit pavement Dumai menuju Sungai Pakning ( Bengkalis ) mulai terlihat rusak parah.

 Rusaknya jalan lintas Dumai –Pakning itu, ternyata bukan hanya akibat lewatnya mobil truk besar bertonase puluhan ton. Akan tetapi juga akibat adanya dugaan korupsi terhadap anggaran untuk pembangunan jalan lintas tersebut.

 Adanya dugaan korupsi terhadap dana APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara ) tahun 2012 itu diperkuat ungkapan seorang aktivis LSM Penjara, Purwanto ST disalah satu media online Pekanbaru ( Riau )

 Yang menyebutkan kalau dirinya, sekitar 1 minggu yang lalu telah melaporkan dugaan penyimpangan anggaran sekitar Rp 26 Miliar itu ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR

 “Sekitar seminggu lalu kita sudah melaporkan dugaan penyimpangan ini ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Sedangkan untuk proses lebih lanjut akan kita sampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar aktifis LSM Penjara, Purwito ST tersebut kepada wartawan,Rabu ( 28/09/16 ) lalu di Pekanbaru.(dikutip dari oketimes.com tertanggal 28 September 2016 lalu )

 Dimana sebanyak 26 Miliar dari Rp 137 miliar dana yang seharusnya dipergunakan dan dialokasikan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PU  untuk pembangunan jalan sepanjang 20 kilometer dan lebar 7 meter dari Dumai menuju Pakning. Pada 2012 silam, menurut Purwanto telah terindikasi disalah gunakan oleh oknum oknum tak bertanggungjawab

Bahkan Satker Pelaksana Jalan Nasional Riau Wilayah I yang saat itu dipimpin Ir Simon Ginting menunjuk Darmawi, ST sebagai Pimpinan Pelaksana Kegiatan (PPK) dalam lelang proyek rigid pavement tersebut

 Selanjutnya pemenang yang ditunjuk dengan kontrak keseluruhan senilai Rp 137 miliar itu menurut Purwanto membagi menjadi empat paket (segmen).

Namun setelah dilakukan investigasi di lapangan, kata Purwito ternyata ketebalan rigid jalan tak sesuai perencanaan (disign). Menurutnya sesuai aturan ketebalan rigid semestinnya 30 cm. Akan tetapi pada prakteknya di lapangan hanya 23 hingga 26 cm saja.

Atas dasar itu tambah Purwito, pihaknya menduga bahwa sebagian dana proyek APBN-P tersebut sudah dikorup oleh pihak-pihak yang ada kaitannya dengan pembangunan jalan (rigid) Dumai – Pelintung.

Ia mengatakan, atas temuan tersebut pihaknya sudah melayangkan laporan ke Dirjen Bina Marga PUPR untuk ditindaklanjuti. Sedangkan terkait tindakan hukum pihaknya juga akan melaporkan ke KPK. “Kita sedang menyiapkan laporan ke KPK,” ujar Purwito.

PPK Darmawi ST yang dicoba dikonfirmasi di kantornya di pertigaan Jalan Arifin Achmad – Jalan Sukarno Hatta, belum berhasil. Saat ditanya keberadaannya, Darmawi yang kini naik pangkat menjadi Kasi Perencanaan Satker PJN Wilayah II Riau itu dikabarkan tak masuk kantor. Begitu juga ketika dihubungi via ponsel, sejauh ini belum diperoleh konfirmasi.

Disisi lain, hasil penelusuran wartawan pada website Kementerian PUPR, proyek dengan nilai kontrak Rp 137 miliar lebih itu dibagi menjadi empat segmen.

 Segmen I dengan nilai anggaran Rp 27,2 Miliar lebih dikerjakan PT Handaya Citra Niaga jo PT Dumai Sakti Mandiri-PT Beton Indah Perkasa, sekmen Ke II dikerjakan PT Cemerlang Samudra Kontrindo jo PT Dumai Jaya Beton, segmen Ke III dengan nilai anggaran 36,7 miliar dikerjakan PT PT Buana Global Mandiri jo PT Farika Riau Perkasa

 Dan segmen ke IVyang dikerjakan PT Virajaya Riau Putra jo PT Mekar Abadi Mandiri bernilai Rp 37, 2 miliar lebih.( Mulak Sinaga )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>