Sekitar 7 Miliar Kerugian Negara Akibat Penambangan Pasir di Pulau Rupat

20161002_152156PULAU RUPAT,suarariau.com—Seperti diinformasikan lewat media ini beberapa waktu lalu. Bahwa disekitar Pulau Ketam dan Injap ada penambangan pasir bawa laut

Kegitan penambangan pasir secara “illegal” itu menurut sumber suarariau.com dikoordinir oleh seorang warga Pulau Rupat bernama Syamsudin

Ironisnya menurut sumber, kendati penambangan pasir bawah laut Pulau Rupat  itu hanya memiliki dan menggunakan rekomendasi dari Distamen Profinsi Riau

Dan ijin pengangkutan dan pengiriman barang ( pasir putih ) Ke Bengkalis hanya berupa Surat Ijin Berlayar ( SIB ) yang dikeluarkan oleh kepala ( Harrour Master ) kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan ( Kesyahbandaran ) Batu Panjang

Namun menurut sumber suarariau.com,aktivitas penambangan pasir illegal yang mengakibatkan kerugian Negara sekitar 7 miliar itu masih tetap berjalan langgeng alias mulus

“ Ya sampai sekarang aktivitas yang merugikan Negara sekitar 7 miliar itu masih tetap berjalan mulus.” Ujar seorang warga Pulau Rupat –Bengkalis yang tidak disebut namanya,Rabu ( 05/10/16 ) tadi

Ditanya, taksiran kerugian Negara yang ia maksud.Pria muda itu justru mengaku kalau hitungan taksiran kerugian Negara itu ia peroleh dari hasil tonase/ kubikasi pasir tambang terjual dikali setoran “setoran siluman” yang dikeluarkan pelaku/pemilik angkutan per 1 Unit Kapal Bermotor ( KM ) / sekali berangkat dari Pulau Rupat ke pelabuhan Bandul ( Bengkalis )

“Katakan saja isi muatan 1 Unit Kapal Bermotor tersebut 60 M³ dan yang berangkat 1 hari itu 10 Unit. Nah kalau sempat untuk 1 Unit Kapal/ sekali berangkat dikutip Rp 450,000 dan dikalikan / tahun x 7 tahun.Sudah berapa uangnya itu ?. Perkalian saya ini bisa kita buktikan dengan berkas yang ada ditangan saya saat ini.”Ujar warga yang tidak mau disebut namanya itu

Seraya memperlihatkan 1 berkas bundelan.Yang menurut sumber, sebagai data dalam kasus dugaan pencemaran lingkungan dan pencurian pasir bawah laut yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab di Pulau Rupat -Bengkalis ( Riau)

Menariknya, kegiatan dugaan pencurian pasir laut ini telah berlangsung sejak lama dan pihak patroli dari Satuan Pol Air Polres, TNI Angkatan Laut dan Airut ( Mabes ) bersiaga di perairan laut Dumai dan Bengkalis

Namun aksi dugaan pencurian ( penyedotan ) dan penjualan pasir kekayaan alam bawah laut di Pulau Ketam dan Injap Kecamatan Rupat-Bengkalis ( Riau ) masih tetap  merajalela

Atas kejadian ini timbul kesan, kalau apa yang disampaikan sumber sebelumnya adalah benar.

“Pernah memang sekali kami distop petugas dari Airud.Namun setelah kami jelaskan kalau kapal dan pasir yang kami angkut adalah milik pak Arsad.Petugas yang mengejar dan menyetop kami itu langsung berbalik arah,”ujar ABK yang tidak disebut namanya itu Senin ( 03/10/16 ) kmarin

Dalam perbincangannya waktu itu, sinara sumber mengaku tidak mengenal Arsyad.Namun, bila menyebut nama Arsad dilaut menurut dia. Seluruh petugas dilaut akan ketakutan

Sejauh ini suarariau.com belum berhasil menemui dan konfirmasi kepada pihak Kesyahbandar Batu Panjang dan oknum terkait lainnya dilaut.Karena saat hendak ditemui dan dikonfirmasi, pihak yang bersangkutan dikatakan tidak ditempat

Dalam hal ini termasuk pihak berkompeten di PT Kubu Jaya ( selaku pihak sipengkoordinir ) kegiatan penyedotan, pengangkutan  pasir dan pengurusan SIB di Pulau Rupat..”Beliau, jarang masuk kantor bang.”ujar salah seorang, pria.( Mulak Sinaga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>