Pihak PT SDS Bantah Lakukan Pencemaran

6091_pt-sds-bantah-terancam-pencemaran-lingkunganDUMAI,suarariau.com—Baru baru ini pihak PT SDS ( Sari Dumai Sejati ) membantah, kalau produksi kilang mereka menyebabkan pencemaran udara, air dan darat.

Seperti halnya penuturan Kamero Bangun baru baru ini missalnya. Kepada reportaseriau.com, dia menjelaskan,tidak ada pencemaran akibat produksi kilang mereka, dalam hal ini menurut Bangun termasuk unsure yang mengandung zat B3

“Jadi pemberitaan di salah satu media yang menyatakan PTS SDS terancam Pencemaran Lingkungan hidup. Itu tidak benar. Apa lagi sampai menampilkan foto yang bukan foto lokasi perusahaan kami.Ini sangat disayangkan secara etika jurnalisnya, soalnya sangat berbeda berita dengan foto yang di tampilkan.” Ujar Kamero

Seharusnya, kata Kamero dicari dulu titik kebenaranya dengan cara menunggu hasil lab yang akan di lakukan oleh KLHK Pusat. Kalau memang terbukti menurut dia baru bisa dipastikan bahwa PT SDS melakukan pencemaran lingkungan hidup.

Sebelum ada hasil lab dari KLHK Pusat berarti PT SDS menurut Kamero belum bias disebut terindikasi pencemaran Lingkungan, apalagi Limbah B3.

“Jadi saya harap jangan kita timbulkan kamuflase-kamuflase yang belum jelas yang ril-ril sajalah dalam penyajian informasi bagi masyarakat dalam hal pemberitaan,” Tandas Humas PT SDS itu seakan meluruskan hasil peninjauan perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup, Kehutanan (KLHK) Pusat dan Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai

Untuk diketahui, bahwa, Minggu ( 23/10/16 ) kemarin, pihak perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup, Kehutanan (KLHK) Pusat dan Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, telah melakukan peninjauan di dua Kawasan Industri  di Kota Dumai

Diantaranya, seperti PT.WILMAR GROUP Pelintung Kawasan Industri Dumai Kecamatan Medang Kampai dan PT. SARI DUMAI SEJATI (SDS) Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan missalnya

Peninjauan oleh KLHK Pusat itu menurut sumber, sebagai Audit kerja dari perpanjangan tangan Kementerian RI, atas adanya laporan yang menyebutkan kalau kedua perusahaan raksasa pengolah minyak CPO ( Crude Palm Oil ) ini terindikasi terkontaminasi dengan Limbah B3.

Sementara Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai Bambang, saat dikonfirmasi wartawan terkait kedatangan pihak perwakilan Kemeterian RI, dia juga membenarkan adanya Peninjauan dari KLHK Pusat terkait indikasi Limbah B3 ke Dua Lokasi Perusahaan yaitu Perusahaan Wilmar Group dan Perusahaan PT. SDS

“Memang benar ada salah satu Perusahaan yang disegel hal itu dilakukan guna pemeliharaan area dan sementara sample yang diambil oleh KLHK Pusat untuk melakukan uji lab dan sebagai pengamanan  barang bukti untuk dibawa ke KLHK Pusat untuk kelanjutanya akan di uji apakah benar ini ada indikasi Limbah apa tidak.Namun untuk saat ini kita belum bias pastikan.” Katanya

Menurut Bambang, pihaknya masih menunggu hasil lab.” Nanti setelah ada hasil lab, kami akan secara resmi mengumumkan.” Kata Bambang, menjawab wartawan, saat itu.( Mulak Sinaga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>