Terkait Asset Kolam Renang, Pemkab Bengkalis Adakan Rapat

????????????????????????????????????BENGKALIS, suarariau.com– Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda), H Arianto, menghadiri rapat mengenai asset kolam Renang Dara Sembilan dan Putri Mayang Water Park milik Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkalis, Kamis (27/10/2016), bertempat di ruang rapat lantai dua kantor Bupati Bengkalis.

Rapat yang diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis, mengundang beberapa SKPD dan Bagian di lingkup Pemerintahan Bengkalis, seperti Inspektorat, Bappeda, Satpol PP, selanjutnya juga mengundang beberapa bagian di lingkup Sekretariat Daerah Bengkalis, yakni Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Perlengkapan dan Bagian Hukum, serta pihak PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ).

Kepala Disbudparpora Bengkalis, H Eduar, yang juga selaku moderator dalam rapat tersebut, menjelaskan bahwa kolam renang Dara Sembilan dan Putri Mayang Water Park yang semula di kelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT BLJ, saat ini akan dilimpahkan wewenang dan tanggungjawab pengelolaannya kepada Disbudparpora, tetapi sampai saat ini berita acara penyerahan belum diterima.

“Berita acara penyerahan dari pihak PT BLJ belum kami terima, sehingga kami belum bisa mengelola kedua tempat rekreasi tersebut,” ujar Eduar.

Berkaitan dengan hal tersebut, Plt Sekda H Arianto menegaskan dan menghimbau kepada pihak PT BLJ selaku penanggung jawab keberadaan dan aset yang dimiliki kedua tempat rekreasi tersebut, agar secepatnya melakukan audit aset dan membuat berita acara mengenai pemindahan pengelolaan tempat rekreasi tersebut.

Arianto juga meminta agar PT BLJ mengembalikan seperti semula aset yang telah mereka kelola.

“Jika ada aset yang rusak, tolong diperbaiki, begitu mengenai listrik yang telah putuskan pihak PLN agar dihidupkan kembali,” ujar Arianto.

Dalam rapat tersebut, Sekda sangat menyayangkan ketidakhadiran dari pihak PT BLJ, sehingga hasil rapat tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena PT BLJ adalah penanggung jawab penuh pengelolaan kedua tempat rekreasi tersebut.

“Jangan ada kegiatan apapun dalam pengelolaan kolam Renang Dara Sembilan dan Putri Mayang Water Park oleh Disbudparpora sebelum dilakukan audit aset dan berita acara serah terima dari pihak BLJ,” ujar Arianto mengakhiri.( Mulak Sinaga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>