KPPBC Dumai Musnahkan Barang Illegal

img_20161219_094236Dumai, suarariau.com – Senin (19/12/2016), pagi tadi, KPPBC TMP Dumai melaksanakan pemusnahan barang tegahan di Markas Detasemen Arhanud Rudal 004 Dam I/BB, Bagan Besar, Kota Dumai.

Dalam press releasenya, kegiatan pemusnahan barang tersebut merupakan hasil penegahan dan pengamanan terhadap pemasukan barang-barang illegal yang melanggar ketentuan larangan pembatasan dan melanggar ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai.

Hasil barang tangkapan tersebut tahun 2011 dan sepanjang tahun 2015 lalu. Terhadap barang-barang tersebut, terdapat beberapa yang telah ditetapkan sebagai barang bukti yang dikuasai Negara (BDN), barang bukti Milik Negara (BMN) dan barang dalam status penyitaan.

Data barang yang merupakan hasil penindakan antara lain ; Ballpress/Pakaian Bekas (613 Bags), Bawang Merah Eks.Impor (56,547 Kg), Ikan Teri (344 Karton), handphone (1.211 unit), aksesoris Handphone (235 pcs), aksesoris computer (10 colly), MMEA (881 botol).

img_20161219_093143Dan juga, air minum ringan (277 cases), rokok (1.462 slop), makanan (480 colly), mainan (116 colly), sepatu/sandal (310 colly) dan kosmetik (302 karton).

Barang-barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil tangkapan oleh unit pihak penindakan dan penyidikan KPPBC TMP B Dumai, Satuan Tugas (Satgas) patkor kastima dan limpahan dari Lanal Dumai.

Dengan adanya pemusnahan barang tersebut, dapat menimbulkan efek jera pada pelaku pelanggaran, serta dapat meningkatkan sinergi antar instansi Pemerintah dalam mengamankan hak-hak penerima Negara maupun dalam melindungi Negara dan industry dalam negeri dari masuknya barang-barang illegal berbahaya asal luar Negeri yang melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bila dilihat dari potensi kerugian Negara, potensi kerugian materil nilai barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp.1,1 Milliar. Sementara potensi kerugian penerima Negara kurang lebih Rp. 350 Juta.

Sedangkan kerugian Negara Immaterial, terganggunya stabilitas industry dalam Negeri, terjangkitnya penyakit dari luar negeri melalui pakaian bekas dan dapat merendahkan martabat bangsa karena menjadi tempat pembuangan barang bekas.

Acara tersebut dihadiri pihak Bea Cukai, Balai Karantina, Rudal, Danlanal, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Dumai serta instansi terkait.(Erick)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>