Majelis Hakim PN.Dumai Adakan PS, Lurah Pelintung Bantah Objek Perkara Masuk Wilayah Bengkalis

 

gambar sidang psDUMAI,suarariau.com–Rabu ( 22/02/17 ) kemarin, sekitar Pkl 09,00 WIB, rombongan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Dumai bersama Kuasa Penggugat dan tim Kuasa Tergugat bergerak dari kantor Pengadilan Negeri Dumai menuju arah Pelintung Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai.

Adapun tujuan rombongan tersebut guna melakukan sidang lapangan atau PS ( Pemeriksaan Setempat ) terhadap objek perkara perdata No. 28/Pdt G/2016/PN Dum antara Penggugat Djohan melawan Tergugat I ( PT Putra Hari Mandiri ), Tergugat II ( PT Pertamina RU.II Dumai ) dan Tergugat III ( PT Pertamina Pusat ).

Setelah membuka jalannya persidangan di PN.Dumai, Ketua Majelis Hakim Sarah Louis Simanjuntak,SH.MH bersama dua hakim anggota, Sacral M Ritonga.SH dan Renaldo Lumban Tobing SH.MH dan satu orang Panitera Pengganti Abbas,SH langsung bergerak secara beriringan dengan pihak Kuasa Hukum Penggugat dan Tergugat.

Sesampainya di objek perkara, Majelis Hakim tampak secara bergantian mengajukan pertanyaan kepada masing masing pihak termasuk Lurah Kelurahan Pelintung dan Kepala Bagian Pertanahan Kabupaten Bengkalis.

Dalam penjelasannya kepada Majelis Hakim dan Kuasa Hukum Penggugat maupun Tergugat, Lurah Pelintung, AL Azni ST, dengan tegas mengatakan kalau  letak lahan objek sengketa memang benar berada di wilayah hukum Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai,Kota Dumai.

Lebih rinci Lurah AL Azni ST, juga menegaskan, bahwa wilayah kelurahan Pelintung yang terbentang dengan luas 113 km persegi adalah mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Dumai No 18 tahun 2000 tentang Peralihan Status Desa menjadi Kelurahan, setelah Kota Dumai pisah dari Kabupaten Bengkalis tahun 1998.

Bahkan dalam penjelasannya, Al  Azni ST mengaku,kalau surat dokumen kepemilikan atas nama Djohan terdaftar/ terregister dikantor Kelurahan Pelintung dan Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai.

Berbeda dengan Kepala Bahagian Pengelolaan Perbatasan Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Endang Taufik MS Sos, selaku saksi yang dihadirkan pihak Tergugat, saat ditanya pihak Majelis Hakim, Endang ngotot kalau lahan objek perkara adalah wilayah Kabupaten Bengkalis.

Namun saat dikonfirmasi wartawan terkait plang tapal batas antara Dumai dan Kabupaten Bengkalis yang berada di daerah Selinsing. Endang Taufik MS Sos tidak dapat memberikan jawaban bahkan justru mengatakan kehadirannya di objek perkara hanya memenuhi undangan pihak Tergugat.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa warga Medan Sumatera Utara bernama Djohan  pada tanggal 24 Agustus 2016 lalu, telah menggugat PT Putra Hari Mandiri (PHM), sebagai tergugat I, PT Pertamina Pusat Tergugat II dan PT Pertamina Unit Refinery Dumai sebagai tergugat III

Dengan dasar dugatan, bahwa lahan seluas 16 Ha dengan alas hak kepemilikian SKGR yang dibelinya tahun 2011 lalu di wilayah Rt 06 JL Dumai-Sei Pakning Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai

Telah dikuasai dan dikeruk menjadi bahan baku untuk penimbunan lahan Kilang PT Pertamina RU II Dumai.Atas penguasaan dan pengerukan tanah timbun tersebut, membuat pihak Penggugat Djohan menempuh jalur hukum, seperti membuat melaporkan tindak pidana pencurian tanah timbun ke pihak Kepolisian Resort Dumai dan membuat gugatan perbuatan melawan hukum ke PN Dumai

Setelah perkara perdata sengketa lahan tersebut bergulir ke PN Dumai, tahapan mediasi antara tergugat dengan penggugat tidak tercapai dan tahapan sidang pun berlanjut hingga penyerahan bukti surat dari kuasa penggugat, Cassarolly Sinaga SH maupun dari kuasa tergugat.

Selanjutnya usai tahapan sidang penyerahan bukti surat soal perkara sengketa tersebut, agenda sidang berikutnya berlanjut pada sidang Pemeriksaan Setempat (PS) lokasi objek perkara, sebagaimana dilakukan hakim majelis yang menangani perkara tersebut, Rabu (22/2) kemarin.( Mulak Sinaga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>