Gara Gara Melanggar Administrasi Ke Imigrasian, 14 WNA di Deportasi Melalui Bandara Kuala Namu

20170303_143603ROHIL,suarariau.com – Jum at ( 03/03/17 ) tadi, sekitar Pkl 15.30 00 WIB pihak Kantor Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dengan terpaksa mendeportasi 14 orang warga negara asing (WNA) asal Banglades

Pendeportasian 14 orang WNA asal Banglades itu sehubungan dengan adanya dugaan pelanggaran administrasi Ke Imigrasi Indonesia oleh pihak warga asing tersebut.

Dalam proses pendeportasian tersebut, 14 warga negara asing asal Banglades  itu turut dikawal 7 orang petugas dari Kantor Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi menuju  Bandara Internasional Kuala Namu di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Ke 14 WNA itu nantinya akan diterbangkan pada pukul 07.30 WIB dengan menggunakan pesawat Malindo Air melalui  Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)  di Bandara Kuala Namu dengan tujuan Dhaka dan akan transit terlebi dahulu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurut pihak Imigrasi deportasi ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 14 orang warga negara asing (WNA) tersebut dan mereka mengaku kepada petugas bahwa mereka akan berangkat ke negara Malaysia secara ilegal dengan tujuan bekerja melalui jalur tikus di Riau.

Atas pengakuan itu akhirnya pihak Imigrasi mengambil tindakan berupa tindakan administrasi ke -Imigrasian berupa deportasi.

“Ya atas pengakuan itu kita lakukan deportasi,” kata Kartana kepada sejumlah wartawan, Jumat (03/03/2017) di Kantor Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi, Jalan Utama.

Kartana menambahkan, pihak Imigrasi juga akan mengajukan pencekalan kepada Direktorat Imigrasi  terhadap 14 orang WNA atau melarang mereka memasuki negara Indonesia selama 6 bulan sejak dilakukan deportasi terhadap mereka karena mereka dianggap sudah melakukan pelanggaran administrasi ke -Imigrasian.

“Kita akan mengajukan permohonan pencekalan kepada Direktorat Imigrasi terhadap 14 orang asing tersebut dan melarang masuk ke wilayah Indonesia dengan jangka waktu 6 bulan sejak dideportasi karena sudah melanggar administrasi ke -Imigradian,” ujar Kartana. (wis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>