Sidang Perkara PMH Djohan VS PT Pertamina, Majelis Tolak Saksi Dari Tergugat

P_20170411_110834_1_pDUMAI, Suarariau.com—“Karena saksi yang saudara hadir kan saat ini masih merupakan bahagian dari tim penerima Kuasa dari Tergugat II dan III.Maka kami putuskan untuk menolak Tengku Rubiah sebagai saksi dalam perkara perdata PMH (Perbuatan Melawan Hukum) no 27/Pdt G/2016/PN Dum ini.”Ujar Ketua Majelis, Sarah Louis Simanjuntak SH MHum,Selasa (11/04/17)

Mendengar penolakan itu, Tengku Rubiah bersama tim Kuasa Hukum Tergugat II PT Pertamina (Persero) Refineriy II Dumai, Tergugat III PT Pertamina Pusat, menyampaikan berbagai protes kepada Majelis

“Ijin yang mulia,saksi Tengku Rubiah ini sudah membuat pengunduran diri dari tim Kuasa Hukum II PT Pertamina (Persero) Refineriy II Dumai, Tergugat III PT Pertamina Pusat.Bahkan beliau bukan lagi Manager Asset PT Pertamina ( Persero ) Refinering Unit II Dumai.”Ujar Jaksa Hery SH, seakan memprotes hasil musyawarah Majelis persidangan

Demikian halnya Tengku Rubiah, saat mendengar penolakan dirinya.Mantan Kapala Bahagian Hukum dan Manager Asset PT Pertamina RU II Dumai langsung protes.Saya sudah pensiun.Dan sebagai Warga Negara Indonesia sesuai Undang Undang.Saya punya hak untuk memeberikan kesaksian di depan persidangan.”Kata Tengku Rubiah dengan raut wajah tidak senang

“Karena keputusan itu adalah hasil musyawarah Majelis.Jadi tolong di hargai.Pada intinya, kami siap menerima kehadiran saksi dari pihak Tergugat.Tapi jangan Tengku Rubiah.”Tandas Hakim Anggota,Renaldo M Hasoloan Lumban Tobing SH MH

Sementara di tempat dan waktu berbeda.Kuasa Hukum Penggugat Djohan saat dikonfirmasi terkait penolakan saksi Tengku Rupiah di persidangan.Advokad kelahiran Kota Dumai ini justru mengaku kalau penolakan itu awalnya datang dari pihaknya

“Ya,awalnya saya yang mengajukan keberatan kepada Majelis.Karena krateria saksi sebagaimana tertuang di dalam Kitap Undang Undang Acara Perkara Perdata.Saksi Tengku Rubiah tidak pantas dan layak dijadikan saksi dalam perkara perdata PMH (Perbuatan Melawan Hukum) no 27/Pdt G/2016/PN Dum, antara Penggugat Djohan melawan Tergugat II PT Pertamina (Persero) Refineriy II Dumai, Tergugat III PT Pertamina Pusat dan Tergugat I  PT Putra Hari Mandiri perwakilan Dumai.”Ujar Cassarolly Sinaga,Rabu (12/04/17)

Seperti diwartakan media ini sebelumnya, bahwa perkara perdata PMH (Perbuatan Melawan Hukum) no 27/Pdt G/2016/PN Dum, antara Penggugat Djohan melawan Tergugat II PT Pertamina (Persero) Refineriy II Dumai, Tergugat III PT Pertamina Pusat dan Tergugat I  PT Putra Hari Mandiri perwakilan Dumai ini telah bergulir sejak tahun 2016 lalu di PN Dumai

Dan dalam perkara ini, pihak Tergugat melalui Kuasa Hukum nya selalu menggiring masalah wilayah objek perkara.Hal itu diperkuat adanya bukti surat dan keterangan saksi ahli waris penjual lahan, Kepala Bagian Administrasi Pertanahan Kota Dumai,Syahrinaldi dan Kepala Bagian (Kabag) Pengelolaan Perbatasan pemerintahan Kabupaten Bengkalis-Riau,Endang Taufiq.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>