Kekerasan dan Pungli Selalu Dijadikan Alasan Penyebab Kaburnya Tahanan

Sekitar Dua Ratusan lebih tahanan dari Rutan Sialang Bungkuk mencoba kabur. Aksi nekad tersebut menurut sumber di picu adanya pungli dan tindak kekerasan yang dilakukan oknum petugas Rutan.

PEKANBARU,suarariau.com – Seperti di informasikan media ini Jum at (5/5/17) kemarin, bahwa Kota Pekanbaru sempat heboh akibat adanya peristiwa kaburnya ratusan tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Jalan Sialang Bungkuk, kawasan Kulim Pekanbaru (Riau).

Berkat kesigapan aparat Kepolisian,TNI dan masyarakat, sebanyak 140 orang tahanan kabur telah berhasil di tangkap dan dikembalikan ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Memang sampai saat ini penyebab kaburnya tahanan masih simpang-siur.Namun dari sejumlah sumber yang dirangkum menyebutkan, bahwa  penyebab kaburnya tahanan itu akibat adanya pungli dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum petugas Rutan Sialang Bungkuk.

Informasi terkini di media sosial terkuak /terbongkar kalau penyebab pelarian tahanan ada beberapa factor

tahbur3Seperti laporan yang disebut dari Kasat Bimbingan Masyarakat Polresta Pekanbaru kepada Kapolda Riau. Dalam laporan tersebut, terungkap kalau kekacau bermula adanya bentrok sesama tahanan di Blok C yang berisikan 100 orang tahanan.

Melihat adanya bentrok, salah seorang petugas jaga bernama Wira lantas melakukan tindakan peleraian dengan cara memukul salah seorang tahanan .Tindakan Wira tersebut bukannya membuat suasana menjadi tenang, justru memicu kemarahan ratusan tahanan

Secara bersama-sama ratusan tahanan itu justru melakukan perusakan fasilitas Rutan dan menjebol pintu samping dan melarikan diri.

Lebih lanjut, dalam penjelasannya Kasat Binmas menyebutkan, bahwa berdasarkan penjelasan sejumlah tahanan kabur yang berhasil mereka tangkap teungkap pemukulan yang dilakukan Wira merupakan puncak kemarahan para penghuni Rutan.

Karena selain menerima perlakukan kasar dari Wira, para tahanan itu juga mengaku sering mendapat perlakukan tidak manusiawi dari Kepala Petugas Jaga bernama Taufik.

Selain adanya keluhan perlakukan tidak manusiawi dari oknum oknum petugas Rutan, di lingkungan Rutan Sialang Bungkuk menurut sumber ada beberapa hal yang tidak bisa di terima para penghuni Rutan

Diantaranya menurut sumber seperti adanya praktek pungutan liar (pungli), waktu ibadah dan besuk sangat terbatas dan ketersediaan air minim di Rutan Sialang Bungkuk

Dan dalam laporannya, Kasat Binmas juga menyebutkan bahwa total jumlah tahanan di Rutan Sialang saat ini sekitar 1.800 orang.Dan yang di informasikan kabur menurut Kasat Bimas sekitar 367 orang

Demikian halnya dengan laporan Kepala Rutan Kelas II B Haryanto. Dalam laporannya  di media sosial Haryanto juga mengaku dan menyebutkan nama petugas jaga Wira sebagai pemicu kemarahan warga binaan. Mereka minta Wira dan Kepala Pengamanan Rutan (KPR) bernama Taufik dimutasi karena sering berlaku arogan.

Sejauh ini suarariau.com belum berhasil mengkonfirmasi kebenaran isi laporan dan dokumen kronologis yang ada di media sosial itu.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>