Oknum Camat Diduga Merestui PT IBP Mengalih Fungsikan Aset Negara

IMG-20170510-WA0007-1-300x187DUMAI,suarariau.com—Sejak tahun 2013 lalu, oknum aparat yang berkompoten di Kecamatan Sungai Sembilan diduga telah memberikan restu (ijin) kepada pihak PT IBP (Inti Benua Perkasatama) untuk mendirikan tanki timbun minyak CPO  dan membuat saluran  pipa-pipa diatas jalan tanah asset Pemerintah Kota Dumai

Hal tersebut terungkap dari pengakuan salah seorang warga Lubuk Gaung.Dimana dalam bincang bincangnya dengan suarariau.com, warga yang tidak mau disebut namanya itu mengaku, kalau peristiwa dugaan pengalih fungsian akses jalan itu menjadi kasawan industry PT IBP menurut sumber terjadi sejak beberapa tahun lalu

“Sejak tahun 2013 silam, pihak PT Inti Benua Perkasatama telah melakukan penutupan jalan negara ini. Dan penutupan jalan tersebut menurut saya belum dapat persetujuan dari pihak yang membidangi asset di Pemerintahan Kota Dumai.Artinya asset Pemko Dumai yang diduduki PT IBP itu saya rasa belum ada pembebasan aset negara dari pemerintah.”Ungkap warga Kecamatan Sungai Sembilan tersebut

Salah satu bukti menurut sumber, pihak PT Inti Benua Perkasatama hanya membuat surat kesepakatan bersama untuk pemakaian tanah jalan aset Negara yang di tanda tangani oleh oknum Camat Sungai Sembilan

 “Karena pihak PT Inti Benua Perkasatama telah membangun tanki CPO dan pipa-pipa CPO tanpa izin pembebasan dari pihak Pemerintah Kota Dumai. Maka pihak PT Inti Benua Perkasatama dan oknum Camat yang merestuinya telah terindikasi melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita  ini.”Ujar sumber

Dengan dasar pelanggaran menurut sumber,pihak PT Inti Benua Perkasatama telah diduga dengan sengaja menyerobot tanah jalan negara yang berukuran sekitar 500 meter x 4, 25 meter.

“Sejak 2013, kami tidak bisa lagi melewati jalan darat ke laut dan juga jalan melalui jalur sungai, karena jalan dari jalur sungaipun ke laut sudah ditembok pihak PT Inti Benua Perkasatama,”keluh Nurhadi.

Sementara itu, Camat Sungai Sembilan, Zulkarnain, saat di konfirmasi terkait kebenaran informasi yang di sampaikan warga.Oknum Camat Sungai Sembilan itu terkesan tidak mau menjawab.Adanya indikasi tidak bersedia menjawab itu diperkuat. Tidak adanya balasan konfirmasi tertulis dari  wartawan suarariau.com ke Hand Phone No 0852 6542 9777 milik Zulkarnaen Jum at (12/5/2017).

Berbeda dengan pihak manageman PT Inti Benua Perkasatama.Saat di konfirmasi wartawan kompasriau.com beberapa waktu lalu.Pihak mamageman justru mengaku telah mengajukan surat kepada pihak Pemerintah Kota Dumai.

“Terkait permasalahan itu kami sudah mengajukan surat permohonan kepada pihak Pemerintah Kota Dumai.”Ujar Humas PT Inti Benua Perkasatama, Sarmin, saat menjawab wartawan media kompasriau.com belum lama ini.

Namun saat ditanya kapan surat tersebut diajukan kepada Walikota Dumai ? Humas PT Inti Benua Perkasatama justru menyarankan wartawan media kompasriau.com, tidak dimuat tersebut.

“Tidak usah dimuat beritanya di media, nanti jadi ribut,”Pinta Humas PT IBP kepada wartawan media kompasriau.com.

Informasi lainnya menyebutkan, bahwa terkait dugaan penggunaan tanah asset Pemko tersebut, salah seorang Advokat/ pengacara di Kota Dumai telah melayangkan surat peringatan ke 3 (tiga) kepada pihak Direktur PT Inti Benua Perkasatama yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Adanya somasi atau peringatan tersebut menurut sumber, karena pihak PT Inti Benua Perkasatama telah terindikasi melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana dalam pasal 385 KUHP tentang penyerobotan tanah Negara dan perundang-undangan nomor: 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dan nomor: 27 tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negara.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>