Daffa Rafigi Tewas Dianiaya Ayah Tirinya

ROHIL,suarariau.com- – Daffa Rafiqi, bocah berusia 2 tahun tewas secara mengenaskan setelah dianiaya oleh ayah tirinya berinisial S alias S bin Adi Suryanto (25) yang beralamat di RT 017 RW 05, Dusun Sungai Rumbia, Kepenghuluan Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir

Korban tewas pada hari Rabu (10/05/17) sekitar Pkl 16.00WIB dengan kondisi luka memar dan lebam di bagian sebelah bibir, tangan kiri, kemaluan dan luka gigit dibagian perut korban.

Kejadian penganiayaan itu menurut pihak Humas Polres Rokan Hilir, berawal rasa jengkel dari pelaku/tersangka terhadap korban. Dimana saat itu si korban menurut pihak Humas Polres sedang buang kotoran didalam celana.

Melihat kejadian itu, tersangka kemudian memukul pantat sikorban dan mengambil gayung lalu memukulkannya lagi ke arah wajah dan mulut korban di dalam kamar mandi.

Setelah membersihkan kotoran korban, lalu tersangka membawa korban kedalam kamar dan menaburi bedak pada daerah kemaluan korban namun karena korban terus menangis lalu tersangka meremas buah zakar korban dengan sekuat tenaga dan menariknya hingga korban mengalami kejang-kejang.

Melihat korban kejang-kejang kemudian tersangka meninggalkan korban dan berupaya meminjam sepeda motor milik tetangganya untuk menjemput istrinya Devi Purnama Sari yang saat itu kebetulan sedang bekerja di Balam Km 4

imagesKemudian mempergunakan sepeda motor pinjamannya si tersangka  membawa korban berobat kepada seorang bidan di Balam Km 4, namun bidan itu menolak dengan alasan tidak sanggup mengobati. Bidan pun menyarankan agar tersangka membawa korban ke Puskesmas Bangko Jaya.

Namun sesampainya di Puskesmas, sekitar pukul 15.30 WIB pihak Puskesmas memastikan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kepada petugas tersangka mengaku kerap melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya itu sejak awal bulan April 2017 yang lalu dirumah kontrakannya di Balam Km 9 dan di Balam Km 3, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Tersangka sering meluapkan sasarannya kepada korban karena tersangka cemburu kepada istrinya, sebab pengakuan tersangka istrinya itu diam-masih tetap menjalin hubungan asmara dengan mantan suaminya lewat telepon.

Dari hasil oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi mengumpulkan barang bukti berupa 1 potong karet ban, 1 batang sapu ijuk bergagang kayu warna silver, 1 batang sapu ijuk bergagang kayu warna hijau, 1 buah gayung warna kuning, 1 buah gayung warna pink, 1 botol bedak merk My Baby, 1 helai celana dalam anak warna putih, 1 helai celana pendek anak warna kuning dan baju kaos anak lengan pendek warna kuning yang diduga digunakan tersangka untuk menganiaya korban.

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Hendri Posma Lubis Sik melalui Kapolsek Bangko Pusako, AKP Maitertika membenarkan kejadian ini.

“Tersangka kita tangkap dirumah mertuanya di Kelurahan Bagan Besar, Kota Dumai saat sedang mengikuti acara taziah atas kematian korban pada Kamis (10/05/2017) sekira pukul 19.00 WIB,” kata AKP Maitertika.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (wis).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>