3 Terdakwa Kasus Human Trafficking Bakal Dikenakan Pasal Berlapis

imagesDUMAI,suarariau.com—Tiga orang terdakwa yang diduga terlibat dalam kasus Human Trafficking ( Perdagangan Manusia ), bakal dijerat dan dikenakan Pasal berlapis oleh pihak aparat penegak hukum di Kota Dumai, Riau-Indonesia.

Adanya pridiksi bakal menerima ganjaran /terjeratan Pasal berlapis tersebut.Setelah melihat proses penangkapan, penyidikan, pelimpahan dan pembacaan dakwaan ke 3 ( tiga ) terdakwa oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) dari Kejaksaan Negeri Dumai di depan persidangan Pengadilan Negeri ( PN ) Dumai,Rabu ( 31/05/17).

Dimana dalam pembacaan dakwaannya kepada Jowel Miah ( Warga Negara Banglades ), Adlis Alias Fadli ( Warga Negara Indonesia ) dan Tengku Said Saleh ( Warga Negara Indonesia ), JPU bernama Hengky Fransiscus Munte SH, mengajukan dakwaan Pasal 120 Ayat ( 1 ), Pasal 120 Ayat ( 2 ) dan Pasal 124 huruf a Undang Undang ke Imigrasian kepada ke tiga terdakwa

Anehnya, kendati ke tiga terdakwa kasus Human Trafficking ini telah didakwa dan diancam Pasal berlapis oleh JPU.Namun, di persidangan ke tiga terdakwa, masih tetap terlihat tenang

Dengan demikian timbul kesan, kalau para terdakwa ini telah sesuai dengan yang disampaikan Kasi Pidum ( Kepala Seksi Pidana Umum ) Kejaksaan Negeri Dumai , M Emri Kurniawan SH MH kepada Dumai Pos

Dimana dalam penuturannya saat menanggapi kasus dugaan Human Trafficking atas nama terdakwa  Jowel Miah ( Warga Negara Banglades ), Adlis Alias Fadli ( Warga Negara Indonesia ) dan Tengku Said Saleh ( Warga Negara Indonesia ),Alumni lulusan Universitas Kristen Indonesia Jakarta ini

Justru terkesan menuding kalau para terdakwa kasus perdaganagan manusia ( Human Trafficking ) yang ditangani dan disidangkan oleh Ketua Majelis persidangan, Firman Khadafi Tjindarbumi SH ini, telah sering melakukan praktek kejahatan perdagangan manusia ( Human Trafficking ) di Kota Dumai

Dimana demi meraup keuntungan besar, para terdakwa menurut sumber, acap kali /sering memberangkatkan WNA ( Warga Negara Asing ) dari Indonesia ke  Malaysia  tanpa dokumen resmi.( red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>