Untuk Menjaga Keutuhan NKRI, Polres Rokan Hilir Peringati Hari Lahirnya Pancasila

IMG-20170601-WA0023ROHI, suarariau.com – Untuk menjaga ke utuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Kamis (01/06/17) tadi seluruh jajaran Polres Rokan Hilir adakan acara peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Mapolres Rokan Hilir.

Bertindak sebagai Inspektur upacara dalam pelaksanaan peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 – 1Juni 2017 itu adalah Waka Polres Rokan Hilir, Kompol Kurnia Sik

Adapun rangkaian kegiatan acara, bertindak sebagai perwira upacara, Kasat Sabhara Polres Rohil, AKP Ruslan, komandan upacara KBO Sat Sabhara Polres Rohil, Iptu Tri Widyanto Fauzal Sik, pembacaan amanat Undang-Undang (UUD) 1945, Bripda Riad dan pembacaan salinan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 24 Tahun 2016 tentang lahirnya Pancasila, Bripda Dewi.

Dalam giat itu turut hadir para Kabag, Kasat, seluruh Kapolsek, perwira, personil gabungan dan seluruh staf di lingkungan Mapolres Rokan Hilir.

Dalam amanat Presiden RI, Wakapolres mengatakan bahwah upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang pertama kalinya meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyrakat, berbangsa dan bernegara.

Pancasila adalah hasil dari satu kesatuan proses yang dimulaidengan rumusan pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan oleh Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Namun kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. “Kebinekaan kita sedang diuji”. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Adanya sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila, masalah ini semakin mencemaskan dan diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan berita hoax alias kabar bohong.

Sambunya lagi, dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur ditengah kemajemukan. Oleh karena itu peran aktif para ulama, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk untuk menjaga Pancasila.

Penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat, memeperkuat pengamalan Pancasil dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Di akhir amanat itu juga disampaikan bahwa kita harus saling bahu membahu demi  menggapai cita-cita bangsa, dan pemerintah akan bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

“Mari kita bersama menjaga kesatuan, persatuan serta persaudaraan dengan saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa Indonesia,” tegasnya. (wis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>