Bupati Bengkalis : Pejabat dan ASN Jangan Nongkrong dan Bekerja di Kedai Kopi

pasangtandajabatan3BENGKALIS,suarariau.com- – “ Mulai saat ini saya minta kepada seluruh pejabat dan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Bengkalis, jangan menjadi pejabat dan aparatur ‘kedai kopi’.”Ujar Bupati Bengkalis Amril Mukminin dengan nada tegas,Kamis (01/09/16) sore

Penegasan tersebut disampaikan Amril, ketika orang nomor satu di Bengkalis ini mengambil sumpah dan melantik 84 Pejabat Administrator (Eselon III) dan 123 Pejabat Pengawas (Eselon IV), di ruang serbaguna laintai IV kantor Bupati Bengkalis, Kamis (1/9/2016) sore.

“Semua harus disiplin. Taati jam kerja, harus menjadi contoh dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Jangan melayani masyarakat di kedai kopi. Kalaupun harus ngopi, lakukan di jam istirahat kerja,” tegas Amril.

Sementara itu, Amril minta, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Inspektorat, untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan menindak tegas pejabat yang berada di kedai kopi di saat jam kerja.

Adanya penegasan seperti seperti itu menurut  Amril, dikarenakan dirinya banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya pejabat dan pegawai yang sering mangkal dan berlama-lama di kedai kopi di saat jam kerja

Kepala Bagian (Kabag) di Sekretariat Daerah Bengkalis yang dilantik dan diambil sumpah saat itu, seperti Kabag Tata Pemerintahan dijabat Andris Wasono. Andris yang sebelumnya Kabag Perlengkapan  menggantikan Abdul Haris.

Kemudian, H Bustami HY, mengganti Akmal ‘Dadang’ Lukman sebagai Kabag Keuangan.  H Alpi Mukhdor yang sebelumnya Camat Siak Kecil menggantikan Arjunaidi yang pindah tugas ke Pekanbaru, sebagai Kabag Pertanahan.

Suwarto dilantik sebagai Kabag Kesra mengganti H Eri Kesuma Pribadi yang diplot sebagai Sekretaris Badan Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah. Sementara Darmanto yang sebelumnya Kasubbag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Bengkalis, dipromosikan menjabat Kabag Ekonomi yang menggantikan Bambang Irawan.

Adi Prasetyo menggantikan Suparman sebagai Kabag Pengelolaan Data Elektronik (PDE). Seterusnya, Maryansyah Oemar yang sebelumnya sempat pindah ke Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali ke posisi semula menggantikan Jonnaidi sebagai Kabag Hukum.

Sementara Supardi yang sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan, ‘balik kandang’ menjadi Kabag Organisasi yang sebelumnya dijabat Rahmat sebagai Pelaksana tugas.

Seterusnya, Gendrayana menjabat Kabag Perlengkapan menggantikan Andris Wasono. Sedangkan terakhir, Riki Rihardi menggantikan Agus Sofyan sebagai Kabag Umum.

Menariknya, kendati Kabag penyusunan Program / Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis, Sevnur dan Kabag Hubungan Masyarakat (Humas), Johan Syah Syafri sempat dihebohkan akan diganti, namun hingga Kamis (01/09/16) kemarin, kedua Kabag tersebut masih tetap dalam bekerja pada posisinya.

Bupati menegaskan, bahwa penempatan atau pengangkatan seorang pegawai dalam jabatan, bukan didasarkan pada suka atau tidak suka (like or dislike), kedekatan personal, hubungan kekeluargan atau hal-hal lain yang bersifat subjektivitas.

“Tetapi semata-mata berdasarkan hasil penilaian terhadap potensi, kemampuan serta profesionalitas yang dimiliki pegawai yang bersangkutan yang ditunjukannya selama ini,” tegas Amril.

Katanya lagi, para pejabat eselon III dan IV yang diambil sumpah dan dilantik itu adalah figur atau sosok yang dinilai terbaik diantara yang baik untuk jabatan tersebut.(Mulak Sinaga)

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *