Diduga Tidak Dilaporkan Kepihak Yang Berwajib, Lampu Suar Senilai Rp9 M Hilang di Selat Malaka

lampu-suarDUMAI,Suara Riau.Com-Replace RLB One Fanthom Bank (OFB) DSI 571 ( Lampu Suar ) yang dikerjakan tenaga asing dari Negeri Sakura ( Jepang ) beberapa waktu di Selat Malaka, diduga hilang alias raib

Adanya indikasi hilangnya lampu suar milik kantor Navigasian Distrik Kls I Dumai itu,diperkuat dengan pengakuan dari sejumlah nelayan, yang menyebutkan kalau lampu suar yang berfungsi sebagi kelancaran pelayaran dan bukti penandaan di perairan Laut Selat Malaka itu,tidak lagi kelihatan diperairan Selat Malaka sejak bulan Desember 2015 lalu.

Juga diperkuat dengan adanya surat laporan tim ANF RLB Nomor 571,tertanggal 12 Desember 2015 dan surat berita acara kehilangan RLB DSI 571 tertanggal 16 Desember 2015 serta surat laporan dari pihak Navigasi Distrik Kls I B Dumai Nomor UM.003/12/6/DNG.DMI-2015,tertanggal 29 Desember 2015 kepihak Direktur Jenderal Perhubungan Laut

Yang menyebutkan kalau RLB DSI milik Navigasi Distrik Dumai,yang dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp 9,3 Miliar telah tidak dalam posisi semula

Menariknya,walau Replace RLB OFB DSI milik Negara ( Kantor Navigasi Distrik Kls I Dumai ) itu baru diserah terimakan tertanggal 25 November 2015,dengan Nomor PL.006/7/13/DGN.DMI 2015 ke pihak Kepala Kantor (Kakan) Kenavigasian Distrik Kls-I Dumai

Anehnya, walau pekerjaan yang disebut sebut telah selesai dikerjakan itu diserah terima dari pihak kontraktor ( pemborong ) dengan penyedia pekerjaan ( pihak Navigasi ) tertanggal 25 November 2015, namun 17 hari dari penyerahan pekerjaan tersebut, tepatnya tanggal 12 Desember 2015,lampu suar ( Replace RLB OFB ),telah dinyatakan “hilang (tidak diposisi awal)

Namun menurut informasi,sampai kini masalah kehilangan barang ( sarana penerangan/penanda ) di Selat Malaka itu belum dilaporkan kepihak berwajib,seperti Kepolisian terdekat.”Ya dengar dengar dari orang dalam,bahwa,masalah kehilangan itu belum dilaporkan kepihak yang berwajib.”Ujar seorang warga Pangkalan Sesai berinitial Pur,Rabu ( 13/04 )

Ironisnya lagi,kendati pada tanggal 29 Desember 2015 lalu,pihak Navigasi dengan pihak pemenang pekerjaan ( PT Kemenangan ) telah membuat kesepakatan,akan mengganti barang yang hilang,namun hingga Sabtu ( 09/04 ) lalu,kesepakatan kedua pihak itu belum terealisasi.

Hal tersebut terungkap dari pengakuan Kepala kantor Navigasi Distrik Kls I B Dumai,DR Ir Johny Malisan Dess,yang menyebutkan.Kalau lampu suar yang terpasang saat ini di tempat atau lokasi lampu yang hilang,hanya bersifat sementara

“Benar,namun sesuai hasil rapat yang dihadiri pimpinan pusat,konsekwensinya akan diganti yang memasang.Sambil menunggu yang baru,kita sudah pasang sarana suar,seperti yang bapak katakana ( sifatnya sementara.” Ujar Kepala kantor Navigasi Distrik Kls I Dumai,menjawab reportaseriau.com,via pesan singkatnya

Berbeda dengan Firdaus,selaku orang atau pegawai yang disebut sebut sebagai PPK dalam proyek pekerjaan pemasangan menara suar (Relace RLB OFB DSI 571,saat dikonfirmasi,terkait masalah kehilangan sarana suar ( Relace RLB OFB DSI 571,dia justru berkata“Sudah selesai pak diganti kembali pihak penyedia.”Kilah Firdaus,menjawab reportaseriau.com,via pesan singkatnya

Demikian halnya dengan Kabag Umum Kenavigasian Distrik Kls I Dumai, Ujang Ramli saat dikonfirmasi wartawan lainnya terkait masalah kehilangan RLB DSI 571 di perairan Laut Selat Malaka.

Ujang justru mengaku kalau hilangnya RLB DSI 571 adalah tanggungjawab PT Kemenangan selaku pemenang tender. Bilamana RLB DSI tersebut tidak diketemukan hingga Maret 2016, maka akan diganti dengan RLB DSI yang baru oleh penyedia jasa yaitu PTKemenangan.

“RLB DSI yang hilang segera diganti oleh PT Kemenangan,“ ujar Ujang Ramli seraya menyerahkan surat jawaban Kakan Kenavigasian Distrik Kls-I Dumai kepada KPK Pos.

Sesuai data terkait realisasi proyek di lingkungan Kenavigasian Distrik Kls-I Dumai tahun anggaran 2015, biaya yang dialokasikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI tentang kegiatan RLB DSI 571 Selat Malaka dengan plafond DIPA Nomor kontrak PL.106/4/12/DNG.DMI-15 tanggal 17 April 2015 sebesar Rp9.3 miliar.( Mulak Sinaga )

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *