Diretur RSUD Pratomo: Kita Sisihkan Dana Untuk Pasien Tidak Mampu

Direktur RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi, dr Tri Buana Tungga Dewi.

Direktur RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi, dr Tri Buana Tungga Dewi.ROKAN HILIR,Suara Riau.Com –Kedepan warga Rokan Hilir,khususnya warga yang kurang mampu,tak perlu risau dan takut datang berobat Ke RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah dr Pratomo Bagansiapiapi.

Karena,dr Tri Buana Tungga Dewi,selaku Direktur di RSUD dr Pratomo Bagansiapiapi,telah memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Rokan Hilir.

Dalam hal ini menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pratomo Bagansiapiapi, dr Tri Buana Tungga Dewi termasuk menyangkut biaya pengobatan bagi masyarakat yang tidak mampu telah  ditanggung oleh negara melalui program BPJS.

Dan khusus bagi pasien yang benar-benar tidak mampu secara ekonomi serta tidak memiliki kartu BPJS sama sekali, pihaknya menurut Dewi akan tetap melayani asalkan pasien membawa surat keterangan dari desa dan siap dirawat di kamar kelas III.

“Pada prinsipnya pihak kami akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memang benar-benar tidak mampu. Itu sesuai dengan intruksi yang kami terima dari bupati Rokan Hilir, H Suyatno,” ungkap Tri Buana Tungga Dewi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (01/05/16) di Bagansiapiapi.

Saat ini pihak RSUD Rokan Hilir menurut dr Tri Buana, tengah merawat seorang pasien dari kecamatan Pujud yang tengah mengalami penyakit kronis hirosis hepatitis dengan kondisi yang sudah sangat memprihatinkan.

Dan pasien dewasa yang dirawat saat ini menurut dr Tri Buana, tidak Memiliki identitas diri sama sekali.” Jangankan untuk biaya berobat, untuk makan pun keluarganya sudah harus mengambil dari dapur RSUD,” ujarnya.

Namun, dr Tribuana mengatakan setiap membuat program perencanaan akan dihitung dari data pasien yang masuk setiap hari. Pasien masuk ke RSUD Pratomo setiap harinya rata-rata mencapai 50 sampai 60 pasien perharinya yang masuk dan terdaftar melalui komputer dan tercatat juga berapa penyakit pasien yang tercatat melalui data input para pasien.

Melalui data para pasien itu lah nantinya pihak RSUD akan menyisihkan dana bantuan bagi pasien yang kurang mampu guna menanggulangi biaya perobatan pasien yang dimaksut

“Saaat ini kita sudah membuat profosal kepada pemerintah pusat agar pemerintah pusat mau memberikan bantuan dana  baik itu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun dana Alokasi Umum (DAU),” tandasnya.(ws).

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *