Istri Riduan : “Abang Pergi Mak, Aku mahu Ikut Abang”

Dumai, Suarariau.com – Pipa gas PGN yang berada dibukit batrem memakan korban tenaga kerja satu orang meninggal dunia, sementara pihak perusahaan PT petra Gas diduga tidak bertanggung jawab, sabtu (19/05/2018).

Informasi dari traju news.com dari teman sekerja korban kejadian pada malam disaat sedang kerja, korban tertimpa pipa gas dan mengalami pecah kepala terkena pipa

Razak salah satu yang mengawasi pekerja pipa gas pgn yang berada dibukit batrem di konfirmasi awak media melalui via seluler mengatakan saya tak dapat bicara, coba hubungi pimpinan saya Sudarmaji, namun awak media tidak berjumpa dengan Sudarmaji yang katanya berada di RSUD kota Dumai.

Menurut H Daniel tetangga korba dan orang yang memasukan kerja ketika jumpa awak media di RSUD mengatakan saya yang memasukan kerja, dalam hal ini perusahan harus bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan kerja.

Selama korban berada di pemusaran kamar jenazah RSUD Dumai tidak tampak seorangpun perwakilan perusahaan baik pemilik pipa itu Pertagas

Penanggungjawab pengerjaan pipa tunas KSO dan PT.Wahana selaku perusahaan tender

“Ada pemilik pipa ini, mereka tidak ada di sini. Mereka harus bertangungjawab dengan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Syafrizal abang korban yang kesal tidak melihat orang-orang yang datang ke kamar jenazah RSUD Dumai.

Sementara istri korban yang sedang hamil 3 bulan terlihat menangis dan menatapi kepergian sang suami yang siang hari masih dia lihat di rumah.

“Abang sudah pergi mak, mana kepala abang mak. Abang mau pergi aku mau ikut abang,” ajak istri korban sambil memeluk ibunya. (Xnewss.com)

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *