Jasmadi Kori Sesalkan Sikap dan Prilaku Pihak RSUD Pratomo

IMG_20170112_115850ROHIL,suarariau.com – Pelayanan kesehatan di RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah ) Dr RM Pratomo Bagan Siapiapi diduga kurang maksimal

Adanya dugaan kurang maksimal didalam menangani pasien sakit itu diperkuat adanya penuturan dan keluhan dari salah seorang orangtua pasien, yang menyebutkan kalau dirinya sangat kecewa dan menyesalkan atas sikap maupun prilaku pihak RSUD Dr RM Pratomo Bagan Siapiapi

“Saya merasa kesal sekali, karena anak saya Raka Jaya Jas (7) yang sedang mengalami patah tulang tidak ditindaklanjuti dengan baik. Padahal dokter spesialis sudah dihubungi namun tidak kunjung datang,” Ungkap warga Jalan Pahlawan Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir, Riau bernama Jasmadi Kori dikediamannya,Bagansiapiapi,Kamis ( 12/01/17 )

Timbulnya rasa jengkel dan  kecewa itu menurut Jasmadi, berawal saat dirinya bersama keluarga membawa anaknya bernama Raka Jaya Jas yang patah tulang, akibat terjatuh  pada Rabu (11/1) kemarin di tempat les disekolahnya ke RSUD Dr Pratomo Bagan Siapiapi

“Melihat kondisi anak sangat memprihatinkan, kami pihak keluarga langsung membawanya ke RSUD untuk mengetahui hasil rontgen atau alat potret ( gambar) bagian dalam tubuh anak kami yang patah tulang itu.Seusai rontgen, pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis. Namun, sesampainya disana dokter tersebut tidak kunjung datang.”Kata Jasmadi

Seraya mengatakan kalau terkait masalah menunggu dokter, pihaknya satu jam lebih menunggu dokter sepesialis diruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD RM Pratomo. Anehnya lagi menurut Jasmadi,Direktur RSUD sendiri, saat dihubungi via  phone selulernya,Direktur RSUD itu kata Jasmadi, justru menganjurkan untuk konsultasi kembali ke doter sipesialis yang tak kunjung datang itu

Ia sangat menyayangkan pelayanan RSUD yang dinilai belum maksimal menangani pasien, apalagi dalam kondisi patah tulang yang dialami anak berusia tujuh tahun.

“Saya rasa kita menyadari bahwa hal itu sangatlah sakit. Jadi menurut saya sebagai orangtua tidak etis rasanya seorang Direktur RSUD tidak bisa memanggil dokter pada malam itu,” ucapnya kesal.

Melihat tidak kunjung datangnya dokter spesialis kala itu, Jasmadi bersama anaknya berinisiatif berobat ke pengobatan tradisional sinse yang ada di Bagansiapiapi.

“Yang sangat saya kesalkan lagi, ada bahasa malam itu dari salah seorang perawat jaga bahwa luka dibagian tangan kiri anak saya itu tidak darurat, makanya dokter spesialis tidak datang. Jadi yang dikatakan darurat itu penyakit seperti apa, apakah pasien itu sudah sekarat atau kritis baru dilakukan tindakan secepat mungkin. Kami sebagai masyarakat menilai bahwa tindakan seperti itu sangatlah salah,” tuturnya.

Ia berharap kepada Pemkab dan DPRD Rohil untuk segera meninjau kembali disiplin tenaga medis di RSUD Bagansiapiapi, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali kepada masyarakat lainnya.

“Masa dokter ada ditempat tak bisa melayani pasien seperti ini dan mereka bilang tidak darurat. Kami minta kepada Bupati Rohil bersama DPRD tolong ditindaklanjuti hal seperti itu,” harap Jasmadi.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi, Tribuana Tungga Dewi mengatakan bahwa dari hasil rontgen yang bersangkutan mengalami retak tulang dan sudah diobati.

“Cuma retak garis kecil gitu aja. Lagi pula retak kan tidak bisa diapain dan sudah kami pasang pembalut,” katanya.

Menanggapi tidak datangnya dokter tersebut, Tri menegaskan bahwa kala itu dokter spesialis sedang baru selesai melakukan tiga operasi.

“Bukan karena keterbatasan dokter, karena ada tingkatannya mana yang emergency mana yang nggak. Kan ada tingkatan-tingkatannya lho. Kecuali kasusnya emergency apakah itu tulangnya menonjol, bergeser atau lainnya itu wajar orangtuanya ngamuk,” sebut dia.

Ia menilai ada batasan-batasan yang memang harus ditangani oleh dokter spesialis.

“Kalau kasus seperti patah tulang terbuka baru kami jemput dokter itu, nyatanya mereka mau. Tapi kalau retak secara logika mau diapain selain diplaster dan kasi obat,” katanya. (wis).

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *