Lahan Kelompok Tani Berpidah Tangan, PT MMJ Diduga Tidak Menghiraukan Isi Kesepakatan

49sawitDUMAI,suarariau.com—Seperti diwartakan media ini sebelumnya, bahwa PT MMJ (Marita Makmur Jaya ) yang berkantor pusat di Pekanbaru-Riau, telah sejak tahun 2002 silam telah mengelola ribuan hektar lahan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis-Riau.

Konon lahan tersebut sengaja dikelola oleh suruhan maupun kaki tangan pihak PT MMJ untuk dijadikan perkebunan Kelapa sawit terbesar di wilayah Pulau Rupat.

Untuk bisa memperoleh lahan luas di Pulau Rupat, pihak PT MMJ kabarnya melakukan berbagai upaya, diantaranya menurut sumber suarariau.com, membuat kesepakatan kerjasama dengan Koperasi Rupat Jaya dan sejumlah Kelompok Tani yang ada disekitar Pulau Rupat

Ironisnya menurut sumber, kendati surat perjanjian kesepakatan tersebut dibuat sejak tahun 2002 silam dan surat perjanjian kesepakatan itu diketahui serta ditandatangani oleh oknum pejabat setempat, namun hingga kini menurut sumber, ada sejumlah poin yang belum diindahkan maupun direalisasikan oleh pihak PT MMJ

Hal tersebut terungkap dari pengakuan dua orang Ketua Kelompok Tani di Pulau Rupat.Ahmad dan Johari missalnya.

Kepada suarariau.com menuturkan, kalau mereka telah merasa ditipu oleh pihak PT MMJ.Dimana dengan modus membayarkan uang sagu hati kepada Kelompok Tani mereka, lahan seluas lebih kurang ribuan hektar, berpindah tangan kepada pihak PT MMJ

“Lahan milik kelompok tani kami telah digarap oleh PT. Marita Makmur Jaya tanpa izin atau tanpa ada pemberitahuan kepada kami,”kata Johari Ketua Kelompok Tani Sei Injab baru baru ini kepada suarariau.com

Demikian halnya dengan Ahmad selaku perwakilan dari Kelompok Tani Pasir Indah, Parit Indah II dan Parit III. kepada suarariau.com, Ahmad juga mengaku, kalau pihaknya sangat kecewa dengan janji janji muluk dari PT MMJ

“ Sebagai pengurus Kelompok Tani di Pulau Rupat ini, kami sangat menyayangkan sikap dan prilaku pihak PT MMJ.Karena selain menggarap dan memporak porandakan kawasan hutan yang tidak seahrusnya ditebangi.Pihak PT MMJ juga telah melanggar beberapa poin dari surat perjanjian yang telah kami sepakatai.”Ungkap Ahmad

Disinggung, kapan surat perjanjian itu dan apa isi poin yang dilanggar oleh pihak PT MMJ itu ?.Ahmad, justru berkata, kalau salah satu poin yang ia maksud adalah poin Ke 5, yang  berbunmyi “ lahan yang telah dibayarkan sagu hati, akan diganti dengan lahan kebun sawit pola bagi hasil “

“Kalau sekiranya kurang jelas, silakan baca dan simak kalimat poin kelima yang tertera dalam surat perjanjian pembayaran sagu jati ini.”Ujar Ahmad,

Seraya menyodorkan satu bundelan bertuliskan surat perjanjian pembayaran sagu hati tertanggal 06 January 2005,yang ditanda tangani oleh beberapa orang dari pengurus dan anggota Kelompok Tani, Sudaharta ( Direktur PT MMJ ), Kepala Desa Darul Aman,Camat Rupat, Kapolsek Rupat, Danramil Rupat

Bahkan saat disinggung mengenai adanya tindakan indikasi penebangan dan pembukaan kawasan hutan yang dilindungi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit ?.Pria yang mengaku kelahiran Pulau Rupat ini hanya berkata benar.

“Itu benar,kalau sekiranya tak percaya silakan survey seluruh lahan perkebunan PT MJJ itu, disana saudara akan menemukan adanya pelanggaran surat edaran Bupati Bengkalis No 525.2/HUTBUN/ III/2007/4304 tertanggal 26 Maret 2007.Dalam surat edaran itu mantan Bupati Bengkalis, H Syamsul Rizal sangat tegas menyebutkan, mana kawasan terlarang.”Kata Ahmad

Sejauh ini suarariau.com belum berhasil menemui, menghubungi dan konfirmasi kepada pihak berkompeten di PT MMJ.Karena saat diupayakan untuk kelapangan, dikarenakan musim penghujan, upaya untuk menemui staf atau kepercayaan PT MMJ dilapangan jadi gagal.

Bahkan saat diupayakan untuk mencari alamat dan nomor Hand Phone yang bisa dihubungi di PT MMJ,upaya yang dilakukan belum berhasil.( Red )

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *