Masyarakat Buat Laporan Ke Polisi : Dua rekomendasikan disampaikan.

Dumai, SuaraRiau.com – sepuluh perwakilan warga Mekar Sari kelurahan Batu Teritib kecamatn sungai sembilan membuat laporan ke Polresta kota Dumai tentang ketua GAPOKTAN Umar Wijaya yang banyak mengorbankan hak hak lahan masyarakat yang telah dijualnya, hal ini di kutip dari berita suara trust Minggu (27/05/2018).

Menurut berita yg dituliskan suara trust.com Surat Laporan pengaduan masyarakat sepuluh warga mekar sari ini masuk di Polresta pada tanggal 07 mei , ada dua rekomendasi masyarakat yaitu

1. meminta pihak Polresta memanggil Ponimin selaku pengawas alat berat yang merusak lahan sawit masyarakat Mekar sari.

2.memanggil dan memeriksa ketua GAPOKTAN SAMJ Umar Wijaya terkait ganti rugi lahan masyarakat.

Awalnya tahun 2012/2013 Umar wijaya menjual lahan berdasarkan surat blok no 33/SKLB/BT/1997 kepada masyarakat dengan satu Kavling 2 HA harga berkisar 5 juta – 15 juta, dengan bukti pembayaran menggunakan kwitansi, namun umar wijaya setelah mendapat kemitraan kerja sama seluas 4000 HA mulai mengambil kembali lahan masyarakat yang dijualnya.

Wawan salah satu ketua LSM yang mendamping masyarakat mengatakan ketua GAPOKTAN SAMJ Umar wijaya membuat kemitraan kerja sama pihak kementrian dengan diduga menggunakan banyak data fiktif.

” data bukti yang kami kumpul dengan nomor ktp bukan kepala keluarga, malah masih dibawah umur dan ini sangat sudah melanggar ketentuan yang berlaku ” ujarnya

Ia juga akan mengungkapkan dan membongkar seluruh data fiktif ini dipolresta dumai serta pihak kementrian jakarta. Sampai saat ini seluruh pelapor masih diperiksa pihak polresta Dumai untuk pengembangan.

Disisi lain keluarga besar Datuk Laksamana IV ali Akbar akan juga segera melaporkan Umar wijaya serta membantu untuk perjuangkan masyarakat yang dikorban kan Umar Wijaya CS.(suaraRiau.com)

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *