Murkan: Maraknya Tank Penangkap Kerang di Perairan Rohil Diduga Dibeking Oknum Aparat

dprd-mendukung-pemkab-perkuat-nelayan-rohilROHIL,suarariau.com — Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Murkan Muhammad menyatakan sangat menyayangkan maraknya penangkapan kerang secara ilegal diwilayah perairan Bagan Siapiapi, Pulau Halang dan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Bahkan, dia menuding ada beking dari aparat terkait terhadap kefiatan tersebut. Karena  dia meminta kepada  Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rokan Hilir serta pihak terkait agar segera melakukan tindakan secara tegas terhadap puluhan kapal tank penangkap kerang yang diduga marak beroperasi diperairan  tersebut

.”Kegiatan ini sudah sering terjadi bahkan sudah bertahun-tahun. Kita menduga ada permainan atau kongkalikong antara pengusaha dan pihak terkait disini. Mulai dari aparat keamanan, pegawai pelabuhan, pihak dinas perikanan dan masyarakat juga ada,” kata Ketua HSNI Rohil sekaligus Anggota DPRD dari Partai Demokrat ini, Kamis (20/10/16) kepada awak media via pesan tertulisnya.

Menurutnya penindakan itu perlu dilakukan guna memberikan efek jera dan menyelamatkan populasi kerang dikawasan perairan Selat Malaka, Rokan Hilir sekaligus memberikan rasa aman kepada nelayan tempatan yang menangkap kerang secara tradisional.

Tank-tank penangkap kerang itu seluruhnya terbuat dari besi dengan ditarik menggunakan kapal bermesin ukuran besar dan modern.

Katanya, hasil tangkapan mereka rata-rata bisa mencapai 20 ton per perhari perkapal, jika dikali sepuluh kapal perhari hasil tangkapan mereka capai 200 ton perhari untuk sekali tangkap.

Namun dia sangat menyayangkan karena kegiatan itu sangat berpotensi merusak serta menghancurkan biota laut dan sumber hayati yang berdampak kepada kerusakan tempat berkembang biaknya habitat kerang-kerang diwilayah perairan Selat Malaka itu.

Ditambahkannya kegiatan penangkapan kerang secara ilegal dengan menggunakan kapal dan tank yang terbuat dari besi itu sudah berjalan bertahun-tahun namun tidak ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

Akibat dari ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu, menurut dia mereka bebas melakukan penangkapan kerang diperairan Rohil namun tidak ada tindakan dari pihak yang berwenang ini menurutnya pasti ada yang membeking kalau tidak tidak mungkin ini bisa terjadi.

Dengan kejadian ini pihaknya juga merasa prihatin dengan kondisi dan nasib para nelayan tradisional saat ini yang setiap harinya hanya menggantungkan hidup dari hasil menangkap kerang secara tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Makanya sekali lagi kita meminta kepada seluruh pihak terkait untuk melakukan pengamanan dengan cara menindak tegas para pelaku-pelaku itu,” tandasnya. (wis).

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *