PERKARA PEMBAKARAN LAHAN DENGAN TERDAKWA MISRAN Warga Tuding,Isi Tanggapan JPU Terkesan “Tidak Profesional”

 

Gambar Warga PDI-PDUMAI,suarariau.com–Sekitar 15 orang warga yang mengaku berasal dari Kelurahan Gurun Panjang datang untuk menemui wartawan media online suarariau.com Sabtu ( 26/8/16 ).Kedatangan mereka untuk menyampaikan unek unek dan rasa kecewa mereka terhadap penerapan hukum yang menimpa rekan mereka bernama Misran alias Ipong.

Warga Kelurahan Gurun Panjang tersebut kemudian menuturkan,rasa kecewa mereka terhadap kinerja seorang oknum Kejaksaan Negeri Dumai berinitial BS SH.Warga menuding kinerja oknum jaksa yang satu ini diduga “tidak professional” didalam hal menerima berkas P21 dari Kepolisian.Termasuk membuat dan membacakan dakwaan serta membuat dan membacakan tuntutan.

Selain itu juga tidak profeional dalam membuat dan membacakan tanggapan dari esepsi terdakwa Misran.

“Oknum JPU tersebut dalam menyusun dakwaan tanpa ada pertimbangan kemanusiaan dan fakta dipersidangan dan dilapangan.Misran alias Ipong yang tersangkut perkara tindak pidana No157/PID.B/05/2016 PN DUM dituntut Psl 178 Ayat (3) Jo Psl 50 Ayat (3) huruf d UU RI tahun 1999, tentang kehutanan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara yang dialamat oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum),Bernad Simanjuntak SH.Tuntutuan JPU itu salah alamat,”kata salah seorang warga

Adapun tudingan salah alamat oleh oknum JPU BS,SH menurut warga diperkuat, 1. Tidak adanya saksi melihat terdakwa melakukan pembakaran hutan dan lahan,2. Berbedanya kondisi antara lahan yang disebut dalam berkas JPU dengan kondisi lahan / tanah tempat tumpukan sampah yang dibakar Misran.

“Selaku warga yang selalu mengikuti perkembangan perkara terdakwa Misran alias Ipong. Kami sangat kecewa. Karena, selaku pihak penegak hukum pak Bernad Simanjuntak SH, seharusnya bertindak, bekerja dan bersikap “professional” didalam menangani suatu perkara.”Ujar Wakil Ketua PAC PDI-P Kec Bukit Kapur, Guntur Simbolon,Sabtu (27/08/16) tadi.

Dalam hal ini menurut Guntur Simbolon, termasuk saat menerima perkara, memeriksa berkas perkara,membuat dan membaca dakwaan dipersidangan, membuat dan membacakan tuntutan dipersidangan dan membuat serta membacakan tanggapan atas esepsi terdakwa didepan persidangan.

“Sebagai masyarakat awam kami menduga, pak Bernad Simanjuntak SH”terlalu terlalu emosi dan berambisi untuk mempidanakan saudara Misran alias Ipong. Timbulnya praduga itu, setelah adanya, gerak gerik dan intonasi sedikit marah dari JPU Bernad Simanjuntak SH, saat membacakan isi berkas dakwaan, tuntutan dan nota tanggapannya.”kata Guntur

Demikian halnya L Marbun warga yang hadir pada saat itu.Warga Gurun Panjang ini juga mengatakan kalau dirinya sangat prihatin atas penderitaan yang menimpa terdakwa Misran.

“Atas rasa kecewa dan pedulian itu lah kami datang kemari. Kiranya dengan terpublikasinya berita ini, tak ada lagi Misran ke dua di Riau,”ujar Marbun

.Ditanya,apa dasar dan alasan mereka mengatakan Jaksa Bernad Simanjuntak SH �tidak professional�,kedua pria yang mengaku berdominisili di Kelurahan Gurun Panjang,Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai itu,mengaku perkataan dugaan tidak profesioanalan itu, bukan terucap hanya dari mulut mereka saja

.”Tanya aja ama teman teman yang hadir disini. Mereka juga pasti mengatakan, hal yang sama. Kalau tak percaya, silakan saudara tanya satu persatu.”Ujar Ketua PAC PDI-P Kecamatan Bukit Kapur dan pemerhati lingkungan hidup ini.
Sementara Bernad Simanjuntak SH,selaku JPU dalam perkara tindak pidana dugaan Kebakaran Hutan dan Lahan atas nama terdakwa Misran alias Ipong di persidangan, Selasa (23/08/16) lalu, dengan nada /intonasi dan raut wajah ‘terkesan marah’ mengatakan kepada Majelis peridangan mengatakan kalau pihaknya tetap pada dakwaan dan tuntutannya.

Dimana diselah pembacaan isi nota tanggapannya, JPU dari Kejaksaan Negeri Dumai ini, sesekali melihat kearah terdakwa, pengunjung dan majelis persidangan.

“Karena isi pembelaan (esepsi) dari terdakwa tidak bisa dijadikan sebagai alasan pemaaf dalam penegakan hukum.Maka saya mewakili Kejaksaan Negeri Dumai menyatakan tetap dalam tuntutan kami,”kata Bernad Simanjuntak SH, seraya menyatakan,kalau dirinya curiga ada oknum berlindung dibalik perkara atas nama terdakwa Misran alias Ipong.

Setelah menerima dan mendengar isi berkas tanggapan dari JPU. Ketua Majelis Hakim yang memimpin/mengadili perkara No 157/PID. B/05/2016 PN DUM, Irwansyah,SH menyatakan sidang akan dibuka dan digelar kembali Senin (29/08/16) mendatang. Dengan agenda menurut Irwaqnsyah,SH,pembacaan esepsi kedua dari terdakwa Misran alias Ipong. (Mulak Sinaga)

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *