Terkait Penampungan BBM Illegal, Aparat Penegakkan Hukum Di Dumai Terkesan “Mandul”

 

dscn1173-800x445DUMAI, suarariau.com –Walau dalam KUHP Pasal 480 KUHP telah sangat jelas disebutkan kalau menampung barang yang berasal dari tindak kejahatan, adalah delik pidana formil

Dan bengambil atau memindah tangankan, barang yang bukan miliknya sendiri adalah tindak pidana pencurian.

Namun, kegiatan dugaan pencurian dan penampungan minyak BBM ( Bahan Bakar Minyak ) di sepanjang Jalan Lintas Sukarno Hatta Dumai-Duri dan Jalan Perwira dari Bagan Besar menuju Bukit Timah masih tetap berlanjut

Kegiatan dugaan pencurian dan penampungan BBM “illegal” daerah Bagan Besar dan Bukit Kapur missalnya. Sedikitnya Tujuh ( 7 ) lokasi penampungan yang berdiri dan  beroperasi di sepanjang Jalan Lintas Sukarno Hatta itu

Ke 7 lokasi penampungan BBM illegal itu menurut sumber dikelola oleh suruhan/ kaki tangan warga Keceamatan Bukit Kapur berinitial, Yn, Mr, Jk, Sr, Ev dan Il

Di Ke 7 lokasi ini, para supir truk tangki pengangkut BBM yang datang dari arah TBBM ( Terminal Bahan Bakar Minyak) Depot Pertamina Dumai Bukit Batrem langsung mengarahkan mobilnya masuk ke lokasi yang ia suka

Setelah dalam lokasi, sioknum supir nakal menurut sumber menyuruh pekerja lokasi untuk menyediakan tempat minyak yang mau diturunkannya. Setelah menurunkan sebahagian minyak dalam mobil yang diangkutnya. Kemudian si oknum supir nakal itu menurut sumber bergegas keruangan kasir, untuk mengambil hasil penjualan minyak BBM yang diturunkannya

Demikian halnya menurut sumber sipengelola lokasi penampungan. Setelah melakukan penampungan dan pembayaran minyak kepada si oknum supir nakal. Petugas lokasi langsung menyuruh meminta sioknum supir mengeluarkan mobil yang dibawannya

Hal itu menurut sumber, guna mencegah adanya antrian panjang di jalan menuju lokasi penampungan BBM tersebut.

Akrivitas penjualan dan penadahan minyak BBM ini menurut sumber telah menjadi lahan basah bagi para oknum pemilik modal. Karena selain bisa membeli dengan harga murah dari si oknum supir nakal. Oknum pemilik modal dilokasi itu kabarnya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan swasta maupun BMUN di Riau

Dengan adanya kerjasama itu menurut sumber pihak pemilik lokasi bisa menjual minyak hasil tampungannya dengan harga Industri ke pihak perusahan swasta maupun BUMN yang dilobinya

Selain melobi pihak perusahaan, pemilik lokasi yang ada disepanjang Jalan Lintas Sukarno Hatta dan Perwira pun kabarnya telah melakukan ikatan kerjasama terselubung dengan sejumlah oknum aparat penegak hukum di Dumai ( Riau )

Adanya dugaan kerjasama terselubung tersebut diperkuat, nyamannya aktivitas penampungan BBM illegal disepanjang Jalan Lintas Dumai-Duri itu singga sekarang

Juga diperkuat ungkapan Kapolres Dumai AKBP Donald Ginting SIK saat diberitahukan terkait adanya operasional dugaan pencurian, penadahan dan penimbunan minyak BBM di wilayah hukum Polres Dumai

“Baik pak. Terimaksih.Agar disarankan para pemilik BBM yang merasa dirugikan membuat laporan Ke Polres Dumai, agar bisa kami tangani.”Ujar Kapolres Dumai lewat pesan singkatnya menjawab suarariau.com, Kamis ( 22/09/16 ) lalu.

Sementara itu, ketika wartawan suarariau.com meminta tanggapan kepada salah seorang anggota Reserse dan kriminal Kepolisian Daerah Riau via sms terkait hal tersebut, sampai berita ini dirilis Direskrim Polda Riau lebih memilih “Bungkam”.( Erick Sitompul )

About the author /


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *